WASHINGTON, SELASA - Terlepas dari bagaimana orang mengenang Presiden George W. Bush selama berkuasa, ia tetap akan mengakhiri masa jabatannya Januari tahun depan dengan cara terhormat. Perkiraan itu disampaikan oleh profesor ilmu politik Universitas Southern Methodist, Cal Jillson.
Menurut analisa Cal Jillson, penghormatan itu tetap dilakukan Bush tanpa memandang apakah Barack Obama yang akan menggantikannya telah mengecam kebijakannya yang gagal atau menghinanya karena tak menunjukkan diri bersama dengan calon presiden dari Republik, John McCain selama masa kampanye. Cal Jillson menilai Bush tetap bisa menunjukkan identitasnya sebagai negarawan besar lewat sikapnya ke Obama pada waktu transisi kekuasaan.
Sejumlah langkah telah ditempuh oleh Bush sebagai negarawan untuk memuluskan transisi ke pemerintahan Obama. Dalam langkah terbarunya, Bush berusaha menunjukkan keseriusannya dengan membuka jalan bagi Obama yang akan resmi menjadi presiden AS pada 20 Januari 2008. Hal itu ditunjukkan oleh Bush saat menerima Obama dan istrinya di Gedung Putih awal pekan ini.
Beberapa jam setelah Obama siap menerima kekuasaan selama 8 tahun dari Partai Republik, Bush memuji warga AS yang menciptakan sejarah dalam pemilu tahun ini. "Mereka memilih seorang presiden yang mewakili perjalanan kemenangan bagi sejarah AS - bukti dari kerja keras, optimisme serta keyakinan dari janji negara kita," kata Bush.
Bush menyebut Obama telah memenangkan momen penuh inspirasi. Menurut Bush, kebahagiaan itu menjadi lengkap saat seluruh keluarga Obama tiba di Gedung Putih.
Bush kemudian memanggil sekitar 1.000 karyawan di South Lawn dan meminta mereka agar membuka jalan bagi transisi. Sebenarnya langkah itu bisa saja dilakukan lewat sebuah rilis pers atau bahkan memo untuk stafnya. Namun, Bush bersama kabinetnya melakukannya secara khusus lewat ekspresi dukungan untuk Obama.
"Pemindahan kekuasaan secara damai adalah satu momentum yang mengingatkan demokrasi sejati," tegas Bush. "Dan hal itu menjamin bahwa transisi ini akan berjalan selancar mungkin sebagai suatu prioritas bagi sisa masa jabatan saya sebagai presiden."
Sumber: kompas.com