Balaikota (Espos) Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan mulai saat ini tidak boleh lagi ada intervensi dari luar ke manajemen PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar, baik dalam hal waktu peminjaman maupun titipan pegawai.
Hal tersebut dikatakan Jokowi, saat memberikan sambutan pada pelantikan Direktur PD BPR Bank Pasar Solo di Bale Tawangarum, Balaikota, Kamis (19/2). Dalam pelantikan tersebut, Kurlina Dwi Aryani dilantik menjadi Direktur PD BPR Bank Pasar Solo untuk periode 2009-2013.
Menurut Jokowi, terlalu banyaknya intervensi dalam manajemen Bank Pasar selama ini telah mengakibatkan tingginya angka non performing loan (NPL) atau kredit tidak lancar. ”Tiga tahun lalu, NPL di PD Bank Pasar mencapai 32%. Itu adalah angka yang sangat tinggi dan hal itu karena terlalu banyak intervensi dari luar,” ujar Jokowi.
Saat ini, kata Jokowi, NPL Bank Pasar Solo sudah turun menjadi 7,1%. Namun demikian, Jokowi menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ada intervensi baik dalam hal waktu peminjaman dan titip-titipan pegawai. Dia menegaskan, mulai saat ini tidak boleh lagi ada pegawai PD Bank Pasar yang masuk karena titipan.
”Mau masuk menjadi pegawai Bank Pasar ya harus melalui tes. Tidak boleh asal memasukkan orang yang tidak kompeten,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD BPR Bank Pasar Solo, Agung Riawan, didampingi direktur yang baru dilantik Kurlina Dwi Aryani, mengatakan selama setahun terakhir, Bank Pasar Solo mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
Nilai asetnya tumbuhnya dari Rp 15 miliar pada awal 2008 menjadi Rp 24 miliar. Dana pihak ketiga tumbuh dari Rp 11 miliar pada awal 2008 menjadi Rp 19 miliar pada awal 2009 ini. - Oleh : shs