Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Harga Minyak Terus Merosot Akibat Suramnya Ekonomi

New York (ANTARA News) - Harga minyak jatuh hampir satu persen menjadi di bawah 35 dolar per barel, Rabu, saat para dealer mengemukakan menurunnya permintaan bahan bakar di konsumen utama dunia, AS, telah memaksa stok minyak mentah mencapai rekor tertinggi dalam 11 tahun belakangan ini.

Minyak mentah AS untuk penyerahan Maret turun 31 sen menjadi 34,62 dolar per barel, sedangkan minyak mentah untuk pengiriman April merosot 1,13 dolar menjadi 37,41 dolar dan minyak Brent di pasar London untuk pengiriman April jatuh 1,48 dolar menjadi 39,55 dolar.

Penurunan ini terjadi ketika para dealer mengantisipasi laporan pemerintah yang dirilis Kamis (Jumat WIB) akan memperlihatkan simpanan minyak mentah AS meningkat pada pekan lalu sebanyak 3 juta barel ke tingkat tertinggi sejak Mei 1998.

Stok minyak di konsumen energi terbesar dunia itu sudah melonjak sebesar 20 persen sejak September, saat perlambatan ekonomi menghancurkan dunia usaha dan permintaan konsumen, sehingga harga minyak anjlok lebih dari 100 dolar dari harga puncaknya pada musim panas lalu.

Lembaga Perminyakan Amerika (API), Rabu, menyatakan stok minyak mentah bertambah pada pekan lalu sebesar 1,6 juta barel.

Laporan Badan Informasi Energi (EIA) dipandang lebih akurat ketimbang API berkat ketentuan harus berpartisipasinya semua perusahaan energi AS dalam kegiatan EIA.

Gedung Putih, Rabu, mengumumkan rencana senilai 275 miliar dolar yang bertujuan menghentikan penyitaan di sektor perumahan yang mengalami kemerosotan.

Melemahnya ekonomi global dan menurunnya permintaan energi merupakan bel tanda bahaya bagi OPEC, yang telah memangkas produksinya sebanyak 4,2 juta barel per hari (bpd) sejak September untuk mendongkrak harga minyak.

Beberapa anggota OPEC telah memberikan isyarat bahwa kartel itu akan mengurangi produksinya lagi pada pertemuan mendatangnya di Wina pada 15 Maret.

Menteri Energi AS, Stephen Chu menyatakan dirinya tidak akan mempermasalahkan apakah OPEC sebaiknya memangkas produksinya, dengan menyatakan konsultasi seperti itu "bukan urusannya".

Pernyataaannya itu menandai terjadinya pergeseran dari menteri energi sebelumnya yang bertemu secara berkala dengan para menteri energi anggota OPEC, membahas pasar minyak dan menyatakan secara resmi atau pribadi posisi AS mengenai tingkat produksi OPEC, demikian laporan Reuters. (*)




 
     

     
  Manca Negara
» Pembantu Senior Presiden Iran Mundur
» Bocah Naik Kereta Sendirian di New York
» Presiden Bolivia Akhiri Mogok Makan
» Korea Utara Minta Pengawas IAEA Pergi
» China Tolak Sanksi PBB Terhadap Korut

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2010 Solo City View - Telkom Solo