Jebres (Espos) Pasar Windujenar di kawasan Ngarsopuran Solo diperkirakan baru bisa ditempati April mendatang. Bersamaan dengan itu, Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) akan mulai melanjutkan pembangunan Pasar Windujenar tahap II dengan dana Rp 2 miliar.
Hal tersebut disampaikan Kepala DPP, Satriyo Teguh Subroto, saat ditemui wartawan di sela-sela menghadiri peresmian Taman Sekartaji di bantaran Kali Anyar, Kandangsapi, Jebres, Jumat (20/2) pagi.
Satriyo mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan proses lelang untuk pengadaan pintu dan sekat kios-kios yang mendapat alokasi dana Rp 200 juta. Demikian pula dengan proyek pembangunan Pasar Windujenar tahap II yang mendapat dana Rp 2 miliar.
”Begitu lelang selesai, pintu-pintu kios segera dipasang dan diharapkan, April, pasar sudah bisa ditempati,” jelasnya.
Mengenai Pasar Windujenar tahap II, Satriyo mengatakan, akan dipakai untuk menampung sejumlah pedagang di bagian belakang pasar tersebut. Mereka di antaranya berjualan barang bolo pecah dan makanan termasuk Soto Triwindu yang sudah terkenal sejak lama. Namun, jumlahnya berapa, Satriyo mengaku tidak hapal.
Terpisah, anggota tim penataan pedagang Pasar Windujenar, Eko Nugroho menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pemetaan penempatan pedagang Windujenar di bangunan baru pasar tersebut. Menurut rencana, lantai I bagian tengah pasar itu akan diperuntukkan bagi pedagang lama, khususnya yang menjual barang antik.
Gedung bagian utara diperuntukkan bagi pedagang nonbenda antik atau yang menjual barang yang berat-berat.
Sedangkan lantai II akan diperuntukkan bagi pedagang nonbenda antik, pindahan dari nonbenda antik ke benda antik, dan pemerataan pedagang yang mempunyai lebih dari satu surat hak penempatan (SHP), salah satunya akan ditempatkan lantai II. Hasil pemetaan tersebut, menurut Eko, akan diumumkan kepada para pedagang, pekan depan.
”Setelah pemetaan itu disetujui pedagang, kami akan langsung menggelar pengundian. Tentunya pengundian akan dilakukan di antara pedagang yang mendapatkan kios di zona yang sama, dengan luas kios yang sama pula,” jelas dia, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Sementara itu, salah seorang pedagang Pasar Windujenar, Heru mengemukakan harapannya agar pintu kios segera dipasang sehingga dirinya dan pedagang lain di pasar itu segera pindah dari lokasi pasar darurat di Kawasan Sriwedari. ”Kalau kami inginnya ya segera pindah.
Coba kalau sejak awal sudah diberi pintu, pasti sekarang kami sudah pindah ke bangunan yang baru.” - Oleh : shs