Laweyan (Espos) Walikota Solo, Joko Widodo akhirnya memberikan instruksi kepada Wakil Walikota (Wawali), FX Hadi Rudyatmo untuk segera menempati rumah dinas (Rumdin) yang sudah selesai pembangunannya sejak akhir Desember 2008 lalu.
Hal tersebut dikatakan Jokowi saat berbincang dengan wartawan di rumah dinasnya Loji Gandrung, Jumat (20/2). Sebelumnya, Jokowi sempat meninjau Rumdin yang terletak di Jl Gajah Mada (dekat Monumen Pers Nasional) itu.
Jokowi mengaku puas dengan Rumdin itu. Menurutnya, nuansa Jawa pada bangunan itu sangat kuat. ”Tadi pagi (Jumat-red), saya sudah melihat Rumdin itu. Hasilnya sangat bagus. Terlihat sekali nuansa Jawa-nya. Warnanya juga bagus. Saya sudah meminta agar Pak Wakil (Rudy-red) segera menempatinya,” katanya.
Namun demikian, Jokowi menegaskan agar masyarakat melihat Rumdin secara lebih obyektif. Rumdin itu, kata Jokowi, bukan semata diperuntukkan bagi Wawali saat ini, yaitu FX Hadi Rudyatmo, melainkan bagi para Wawali selanjutnya. Artinya siapapun nanti yang akan menjadi Wawali pada periode-periode selanjutnya, berhak menempati Rumdin yang dibangun dengan dana sekitar Rp 5 miliar tersebut.
”Saya juga tidak mengerti, Pak Wakil itu sudah 3,5 tahun menjabat tapi tidak pernah menerima fasilitas seperti tunjangan perumahan atau tunjangan komunikasi. Sampai saat ini dia masih menempati rumahnya sendiri di Pucangsawit yang selalu terancam banjir,” jelas Jokowi.
Sekarang, lanjut Jokowi, mengingat Rumdin itu sudah selesai dibangun, Wawali diminta secepatnya untuk pindahan. Peresmian atau slup-slupan Rumdin Wawali itu, kata Jokowi, tergantung siap atau tidaknya Wawali menempati Rumdin.
Sebelumnya, seperti sering dikatakannya setiap kali menjawab pertanyaan wartawan mengenai kapan akan mulai menempati Rumdin tersebut, Rudy selalu menjawab dirinya tidak tahu. ”Ya nunggu perintah Pak Wali dong. Nanti kalau sudah ada instruksi untuk menempati Rumdin, baru saya akan pindah,” ujar Rudy, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.
Sayangnya, setelah Jokowi menyampaikan instruksi itu, Rudy belum bisa dikonfirmasi kapan akan mulai menempati Rumdin. Dia tidak berhasil ditemui maupun dihubungi.
Sebagaimana diinformasikan, pada pertengahan 2008, pembangunan Rumdin yang total biayanya sekitar Rp 5 miliar itu sempat menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Dana untuk pembangunan Rumdin itu dinilai terlalu besar dan memboroskan APBD. - Oleh : shs