Jebres (Espos) Komunitas Peduli Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) Solo meminta dukungan kepada mantan KSAD Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu dalam penyelesaian tentang rencana pembangunan Hotel Boutique di kawasan cagar budaya Benteng Vastenburg.
Pada bagian lain, Forum Peduli Solo kembali mendesak Walikota Solo, Joko Widodo, untuk mengambil keputusan.
Lobi KPCBN dilakukan langsung Sekretaris Presidium KPCBN Rusharjanto didampingi sejumlah anggota KPCBN lainnya dan sejumlah budayawan kepada Ryamizard Ryacudu seusai kegiatan Forum Barang Jantur di Pendapa SMK 8 Kepatihan, Solo, Sabtu (21/2) malam.
Gayung ternyata bersambut, permintaan KPCBN tersebut ternyata diterima dan disambut baik Ryamizard Ryacudu. “Benteng itu merupakan cagar budaya yang harus dilindungi dan dikembalikan ke negara.
Di luar negeri, peninggalan Raja Firaun saja masih dilindungi negara. Jika cagar budaya itu sampai diperjualbelikan, maka bangsa ini tidak menghargai cagar budaya. Saya mendukung dan berharap cagar budaya itu bisa kembali ke negara.”
Menurut dia, mestinya upaya untuk mengembalikan benteng itu ke negara tidak bisa dilakukan oleh sekelompok orang saja, tetapi harus melibatkan semua elemen rakyat. Jika kumpulan rakyat bisa bersatu untuk memperjuangkan benteng itu, imbuhnya, maka permasalahannya bakal lain.
”Namun saya berpesan kalau aksi demonstrasi jangan anarkistis,” tegasnya.
Sekretaris Presidium KPCBN Solo, Rusharjanto menaruh harapan besar kepada Ryamizard.
”Kami minta pendapat beliau agar benteng itu kembali kepada negara dan masyarakat. Mungkin tidak hanya Pak Mizard, tetapi anggo ta TNI lainnya kalau bisa bergabung akan lebih baik,” tandasnya saat dihubungi Espos, Minggu (22/2).
Anggota KPCBN Solo HM Sungkar menambahkan, dalam waktu dekat KPCB bakal melakukan audiensi dengan Ditjen Sejarah dan Purbakala, karena surat KPCBN sudah masuk ke Presiden.
Sementara itu Forum Peduli Solo dalam siaran persnya, Jumat (20/2), kembali mendesak Walikota menerbitkan IMB Hotel Boutique. ”Sekarang bola di tangan Walikota. Kami mendesak Walikota untuk segera ambil sikap konkret,” jelas David Handoko dari Forum Peduli Solo. - Oleh : trh/rys