Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar Solo

Events Terbaru
Berita Terbaru
Wisata Solo
Gallery Foto
 
     

     
  Berita Terkini

Kota Solo
Nusantara
Manca Negara
Ekonomi Bisnis
Olah Raga
Hiburan
IpTek
Artikel
Press Rilis
Humor
Pemilu 2009
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
World Heritage Conference
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
PPDB SOLO 2010
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Komisi IV DPRD pertanyakan keberadaan meriam

Karangasem (Espos)   Komisi IV DPRD mempertanyakan hilangnya meriam milik Museum Radya Pustaka, seperangkat gamelan corobalen di Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenbud) dan wilahan gamelan di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari Solo.

Komisi IV berencana mengundang pihak-pihak terkait kehilangan benda bersejarah itu pada pekan depan. Ketua Komisi IV DPRD Solo, Satryo Hadinagoro saat ditemui Espos, Kamis (19/2), di Gedung Dewan, mengungkapkan, pada masa pemerintahan Walikota Hartomo, Pemkot Solo pernah meminjam meriam milik Museum Radya Pustaka dan diletakkan di depan Balaikota.

Namun keberadaan meriam itu hingga sekarang, kata dia, tidak jelas, bahkan Satryo pernah menanyakan langsung kepada Pemkot tentang keberadaannya.

“Saya sudah memberikan batas waktu selama satu pekan ini kepada Pemkot untuk memberikan jawaban tentang benda bersejarah itu. Lha wong arca Radya Pustaka yang hilang saja ditindaklanjuti sampai ke pihak kepolisian, masak meriam yang jelas-jelas digunakan Pemkot malah dibiarkan.

Di samping itu gamelan corobalen di Disparsenbud dan wilahan gamelan di Gedung Wayang Orang Sriwedari juga hilang entah ke mana? Mestinya hilangnya benda-benda tersebut harus dilakukan pengusutan oleh aparat penegak hukum,” tandasnya seraya menjelaskan bakal memanggil sejumlah pihak terkait ke Komisi IV pada Selasa (24/2) pekan depan.
Sudah dikembalikan.

Sementara itu, Kepala Disparsenbud Solo Purnomo Subagyo saat dihubungi Espos, Jumat (20/2) mengaku belum mengetahui keberadaan gamelan corobalen yang ada di kantor dinasnya.

Mantan Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Solo, Eny Tiyasni Susana menjelaskan, meriam tersebut sudah dikembalikan ke Museum Radya Pustaka pada tahun 2008 lalu.

Sebelumnya, urai Eny, meriam itu memang sempat dipajang di depan Balaikota. Kemudian meriam itu dibongkar dan diletakkan di belakang Balaikota sampai beberapa waktu.

”Lalu, meriam diserahkan kembali ke Museum Radya Pustaka, yang sekarang tergeletak di depan Museum itu. Barang-barang inventaris museum itu bakal ditata kembali oleh Pak Kalinggo. Sedangkan keberadaan gamelan corobalen dan wilahan gamelan di WGO Sriwedari, saya tidak mengetahui persinya,” pungkasnya. - Oleh : trh




 
     

     
  Kota Solo
» Pesawat Mimika Air jatuh, diduga karena tabrak gunung
» Mei, proyek penataan kawasan bantaran sungai Bengawan Solo dimulai
» Pemkot bakal sertifikasi laik fungsi bangunan publik
» Pemkot bakal sertifikasi laik fungsi bangunan publik
» Komnas HAM temukan pelanggaran HAM dalam Pemilu

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2009 Solo City View - Telkom Solo