Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar Solo

Events Terbaru
Berita Terbaru
Wisata Solo
Gallery Foto
 
     

     
  Berita Terkini

Kota Solo
Nusantara
Manca Negara
Ekonomi Bisnis
Olah Raga
Hiburan
IpTek
Artikel
Press Rilis
Humor
Pemilu 2009
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
World Heritage Conference
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
PPDB SOLO 2010
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Batan Bakal Lepas Varietas Kedelai Berbiji Besar

Jakarta (ANTARA News) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bakal melepas varietas kacang kedelai Biji Besar hasil seleksi radiasi nuklir dari varietas kedelai Batan sebelumnya bernama Muria.

"Sekarang masih dilakukan uji multi lokasi dan akan dilepas 2010. Keunggulan kedelai ini besar-besar seperti yang sering dicari industri tempe-tahu dan semacamnya," kata Kepala Batan Dr Hudi Hastowo di sela Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA) yang dihadiri perwakilan dari sembilan negara di Jakarta, Senin.

Selama ini, urainya, industri makanan lebih senang mengimpor kedelai dibanding menggunakan kedelai dalam negeri dengan alasan kedelai lokal kecil-kecil, sementara kedelai impor 1,5 kali besarnya kedelai lokal.

Kedelai Biji Besar ini, tambah Kepala Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Batan Dr Zainal Abidin, besarnya mencapai 20-30 gram per 100 butir, padahal kedelai impor dari AS hanya 18 gram per 100 butir.

Selain itu varietas kedelai baru ini juga memiliki produktivitas hampir tiga ton per ha dari rata-rata produktivitas kedelai lokal 1,8-2 ton per ha, ujarnya.

Batan, kata Hudi, sudah melepas sedikitnya lima varietas kedelai unggul, yakni Muria, Tengger, Meratus, Rajabasa dan Mitrani. Semuanya dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

"Industri tahu umumnya mencari kedelai berukuran besar karena kulitnya lebih sedikit, sedangkan industri tempe ada yang suka dengan kedelai ukuran kecil dan ada yang suka yang besar, misalnya tempe untuk keripik harus besar, keras dan bisa dipotong tipis-tipis," katanya.

Proses radiasi dilakukan dengan menembak struktur DNA benih-benih kedelai dengan sinar gamma (iradiasi). Benih kemudian bisa berubah atau bermutasi, sehingga diharapkan bisa diperoleh benih-benih yang lebih bervariasi secara genetik.

Dari variasi itu didapat peluang mencari yang terbaik dengan mengembangkannya di skala lab, lalu diuji lagi di lapangan. Galur-galur harapan (varietas yang belum dilepas namun berpotensi unggul -red) kemudian diuji multi lokasi.

Batan saat ini juga sedang meriset varietas unggul kacang kedelai hitam untuk keperluan industri kecap. Demikian pula kacang hijau dan kacang tanah varietas unggul, tambahnya. (*)




 
     

     
  IpTek
» Yahoo Pangkas Ratusan Pekerja
» Pendidikan Profesi Arsitektur I di Indonesia Dibuka
» Microsoft Didenda 9 Juta Euro
» Rogue Security Software, Ancaman Utama Bagi Pengguna Komputer
» TELKOM Serahkan Bantuan 124 Unit Alat Praktikum Laboratorium Telekomunikasi Kepada STEI ITB

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2009 Solo City View - Telkom Solo