Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar Solo

Events Terbaru
Berita Terbaru
Wisata Solo
Gallery Foto
 
     

     
  Berita Terkini

Kota Solo
Nusantara
Manca Negara
Ekonomi Bisnis
Olah Raga
Hiburan
IpTek
Artikel
Press Rilis
Humor
Pemilu 2009
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
World Heritage Conference
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
PPDB SOLO 2010
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

BI: Perbankan Nasional Masih Aman dari Krisis

Jakarta, (ANTARA News) - Bank Indonesia menyatakan bahwa kondisi perbankan nasional secara umum masih baik dan kuat menahan pengaruh krisis keuangan global karena besarnya permodalan dan sehatnya kredit yang diberikan.

"Secara umum kondisi perbankan kuat menahan krisis karena CAR (rasio kecukupan modal) tinggi dan juga NPL (kredit bermasalah) rendah serta likuiditas yang cukup tersedia," kata Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, data hingga Januari menunjukkan angka-angka perbankan masih solid, termasuk di dalamnya jumlah utang valas dan Net Open Position (NOP) yang masih rendah.

"Beberapa bank memang merugi karena transaksi valas, tetapi umumnya bank-bank itu punya bantalan modal modal yang kuat dan pencadangan yang tinggi," kata Halim.

Sementara mengenai pengaruhnya terhadap kredit bermasalah perbankan (NPL), Halim memperkirakan jumlahnya tidak akan terlalu besar dan baru akan kelihatan pada semester kedua atau Juni mendatang.

"Perkiraan kita pada Juni, NPL gross bisa naik di atas 5 persen tetapi tidak lebih dari 6 persen. Tetapi secara netto NPL masih akan di bawah 1 persen," katanya.

Sebelumnya, BI mencatat tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) perbankan pada 2008 sebesar 4 persen (gross) dan NPL netto sebesar 1,5 persen.

Sementara untuk pertumbuhan kredit pada 2009, BI memperkirakan tumbuh sekitar 15 persen atau turun dari prediksi sebelumnya sebesar 18 persen.

Penurunan pertumbuhan kredit ini merupakan dampak dari melemahnya pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan hanya sekitar 4,5 persen pada 2009.  (*)




 
     

     
  Ekonomi Bisnis
» Obligasi Danareksa "Oversubscribe"
» Sofyan: Pemerintah Gunakan Hak Beli Newmont
» Depkeu Hati-hati Ambil Putusan Soal Newmont
» Kemenkop Gandeng Nokia Gelar Pelatihan Teknisi HP
» Rupiah Tembus di Bawah Rp11.000 per Dolar

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2009 Solo City View - Telkom Solo