COLOMADU (Joglosemar): Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo akan dioperasikan pada 3 Maret mendatang bersamaan dengan pengoperasian unit pelayanan kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Dengan dioperasikannya bandara baru ini, diharapkan menjadi pintu gerbang bagi perekonomian (economic gate) di Solo dan sekitarnya.
Pengoperasian bandara ini, menurut Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi), harus dibarengi dengan kegiatan-kegiatan penunjang. Karena kegiatan-kegiatan itulah yang akan menentukan berapa besar peredaran uang di Solo dan di sekitarnya. Apalagi, di Bandara Adi Soemarmo juga dilengkapi dengan terminal kedatangan TKI.
“Besar kecilnya maskapai penerbangan tidak selalu sesuai dengan kue pasar. Kalau di Surakarta tidak ada kegiatan-kegiatan, kue pasar tidak diperbesar, load factor tidak akan optimal,” tuturnya, saat meninjau Bandara Adi Soemarmo dan Terminal Kedatangan TKI, Senin (23/2).
Pihaknya optimis bandara ini akan menjadi daya tarik ekonomi dan akan dilirik oleh maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia. “Karena run way-nya lebih panjang dan terdapat dua buah garbarata (belalai yang menghubungkan penumpang dari Bandara ke dalam pesawat-red),” tambahnya.
Jokowi mengungkapkan, dengan adanya terminal TKI di Bandara Adi Soemarmo itu, pihaknya tengah menjajaki dibukanya jalur penerbangan langsung ke Timur Tengah. Menurutnya, memang ada tawaran dari Emirat Arab terkait hal itu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga telah menyurati Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Departemen Perhubungan tentang kemungkinan dibukanya jalur penerbangan langsung dari Arab. “Koridor ekonomi dibangun, flight ke Timur Tengah harus dibuka,” tambahnya.
Strategis.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Solo Andri Iskandri menambahkan, bandara yang akan diluncurkan pada 7 Maret mendatang (soft launching 3 Maret) dan menghabiskan dana sebesar Rp 100 miliar ini dirancang untuk 30-40 tahun mendatang, sementara ruangan yang ada merupakan pengembangan 10 tahun yang lalu.
Letaknya yang strategis, diharapkan mampu menjadi penyangga ekonomi di kawasan sekitarnya. “Posisi strategis ini harus diupayakan agar maksimal untuk pengembangan ekonomi di wilayah sekitarnya,” ungkap Andri.
Sementara, pembangunan Terminal TKI, menurut Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Transmigrasi Kota Solo, Sundjoyo menelan biaya Rp 4 miliar dengan luas 1.500 meter persegi. Setiap hari, kata Sundjoyo, sekitar 85 TKI pulang melalui bandara ini. (ena)