Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Pejabat Museum sesalkan pernyataan Komisi IV DPRD

Banjarsari (Espos)   Pejabat Museum Radya Pustaka menyesalkan sikap Komisi IV DPRD yang mempersoalkan hilangnya meriam padahal benda yang dimaksud ada di serambi museum.

Demikian diungkap salah seorang pejabat komite Museum Radya Pustaka, T Sanyoto ketika dijumpai Espos di museum, Selasa (24/2). Dia menerangkan, sejak 2007 meriam kuno tidak pernah pindah dari museum.

Di kesempatan sama, pegawai museum, Soemarni Wijayanti menjelaskan, 2007 lalu sejumlah pegawai Pemkot mengembalikan meriam yang mereka pinjam kepada Museum Radyapustaka. ”Berdasarkan catatan kami, meriam dikembalikan 24 April 2007.

Saya masih ingat betul pengembalian itu karena waktu meriam akan ditempatkan di museum tidak ada yang kuat mengangkat sehingga harus ditarik dengan tali,” ujarnya.

Nyoto sapaan akrabnya menambahkan, pihak museum menyayangkan statement Komisi IV karena tidak berdasar. ”Memang meriam kuno yang disebut Komisi IV sebelumnya dipinjam Balaikota. Tapi sudah lama dikembalikan. Apa yang dimaksud, meriam yang ada di depan Museum Radya Pustaka itu. Lalu kok dikatakan hilang itu bagaimana,” ujarnya.

Saat ini, Nyoto menambahkan, Museum Radya Pustaka sudah menghadapi banyak persoalan. Yang dia sayangkan, pernyataan dari Komisi IV bukannya meredam namun justru menambah persoalan. ”Saya ini hanya warga biasa. Kalau ngomong keliru itu wajar. Tapi kalau ada pejabat Dewan ngomong keliru, itu kan ya masalah. Apalagi sampai dilontarkan ke media.”

Hal itu, jelasnya, menunjukkan Komisi IV jarang bertandang ke museum sampai-sampai tak tahu meriam diletakkan di halaman depan museum. Ketua Komite Radya Pustaka, Winarso Kalinggo juga menyampaikan hal senada. ”Saya juga heran meriam yang ada di depan Museum Radya Pustaka kok dikatakan hilang.” - Oleh : aps




 
     

     
  Kota Solo
» Pesawat Mimika Air jatuh, diduga karena tabrak gunung
» Mei, proyek penataan kawasan bantaran sungai Bengawan Solo dimulai
» Pemkot bakal sertifikasi laik fungsi bangunan publik
» Pemkot bakal sertifikasi laik fungsi bangunan publik
» Komnas HAM temukan pelanggaran HAM dalam Pemilu

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2010 Solo City View - Telkom Solo