Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar Solo

Events Terbaru
Berita Terbaru
Wisata Solo
Gallery Foto
 
     

     
  Berita Terkini

Kota Solo
Nusantara
Manca Negara
Ekonomi Bisnis
Olah Raga
Hiburan
IpTek
Artikel
Press Rilis
Humor
Pemilu 2009
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
World Heritage Conference
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
PPDB SOLO 2010
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Hamas dan Fatah Sepakat Tukar Tahanan

Kairo/Gaza (ANTARA News) - Kelompok Fatah dan Hamas pada Rabu malam berjanji untuk saling membebaskan tahanan  di Gaza dan Tepi Barat sebagai isyarat itikad baik. Reuters melaporkan kesepakatan tersebut lahir pada malam pembicaraan persatuan nasional.

Pembicaraan nasional yang diperkirakan akan dimulai Kamis ini di Kairo dan dihadiri sekitar 12 kelompok Palestina, berusaha untuk membentuk pemerintah persatuan.

Pemerintah tersebut nantinya diharapkan berperan dalam pembicaraan perdamaian dengan Israel dan mengawasi pekerjaan rekonstruksi di Gaza.

Fatah dan Hamas setuju untuk membentuk dua komisi guna "mengerjakan penyelesaian berkas tahanan paling lambat pada akhir pembicaraan nasional", kata pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan antara kedua kelompok tersebut di Kairo.

Mereka tidak menetapkan kerangka waktu bagi akhir pembicaraan tersebut.

Pejabat Fatah Azam al-Ahmed mengatakan bahwa Hamas, kelompok Islam yang menang dalam pemilihan parlemen pada 2006, telah mencabut tahanan rumah yang diterapkan pada beberapa pemimpin Fatah di Jalur Gaza.

Pemimpin Hamas Mahmoud al-Zahar mengatakan Fatah sejauh ini telah membebaskan 80 dari sekitar 400 tahanan Hamas di Tepi Barat yang diduduki Israel. Delegasi Fatah di Kairo telah menghubungi pemimpin mereka, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, untuk membebaskan lebih banyak lagi tahanan, tambahnya.

Persaingan antara kedua kelompok itu memburuk pada 2007 ketika pasukan Hamas mengusir Fatah dari Gaza dalam perebutan kekuasaan yang berubah menjadi kekerasan.

Pemerintah persatuan nasional

Kedua kelompok besar itu memiliki perbedaan fundamental mengenai bagaimana menghadapi Israel. Hamas mencadangkan hak untuk memerangi Israel, meskipun mereka siap menerima gencatan senjata 18 bulan, sementara Fatah telah melepaskan kekerasan dan meletakkan semua harapannya pada pembicaraan.

Hubungan itu khususnya makin dingin Desember dan Januari pada saat serangan Israel ke Gaza. Sebanyak 1.300 warga Palestina tewas dalam operasi besar-besaran itu, termasuk sekitar 700 warga sipil.

Pertemuan Rabu adalah yang terakhir dari beberapa pertemuan dalam beberapa pekan terakhir untuk meratakan jalan bagi pembicaraan nasional itu.

Kelompok-kelompok Palestina itu bermaksud membentuk pemerintah persatuan, mungkin terdiri atas para teknokrat non-partisan, untuk menghadapi pemerintah asing, mengkoordinasikan pembangunan kembali di Gaza serta mempersiapkan pemilihan legislatif dan presiden Palestina.

Seorang diplomat Arab mengatakan para penengah Mesir mengharapkan untuk menyelesaikan perjanjian pada waktunya guna mendapatkan persetujuan pertemuan puncak Arab yang dijadwalkan di Qatar akhir Maret.

Namun beberapa pengamat mengatakan akan sulit untuk merekonsiliasikan kebutuhan untuk memasukkan pendirian Hamas dalam kabinet baru itu dengan tuntutan AS dan Israel agar kelompok itu memenuhi syarat-syarat mereka untuk dialog.

AS dan negara-negara Uni Eropa menolak berhubungan dengan Hamas kecuali kelompok itu melepaskan kekerasan, mengakui hak Israel untuk hidup dan menerima perjanjian sebelumnya antara Israel dan pemerintah otonomi Palestina, yang dijalankan oleh Fatah.

Salah satu tugas paling sulit dalam pembicaraan itu adalah pembangunan kembali pasukan keamanan Palestina, yang selama 18 bulan terakhir telah terbagi antara pasukan yang dikendalikan Hamas di Gaza dan pasukan yang dikuasai Fatah di Tepi Barat.

Hani Habib, seorang pengamat politik di Gaza, mengatakan akan sulit untuk memecahkan persoalan inti itu. Ia mengatakan motif utama untuk membentuk kabinet persatuan itu adalah keinginan untuk memudahkan pembangunan kembali di daerah kantung pesisir tersebut.

"Pihak-pihak itu...mungkin tahu kesempatan untuk berhasil kecil tapi mereka ingin menunjukkan ada gerakan. Pangalaman mengajarkan pada kita untuk tidak mengulurkan banyak harapan sepanjang kemauan politik terus hilang," katanya.(*)




 
     

     
  Manca Negara
» Pembantu Senior Presiden Iran Mundur
» Bocah Naik Kereta Sendirian di New York
» Presiden Bolivia Akhiri Mogok Makan
» Korea Utara Minta Pengawas IAEA Pergi
» China Tolak Sanksi PBB Terhadap Korut

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2009 Solo City View - Telkom Solo