Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Harga Minyak Naik 6 Persen, Akibat Naiknya Pemintaan dan OPEC

New York (ANTARA News) - Harga minyak AS melonjak lebih dari 6 persen menjadi di atas 45 dolar per barel, Kamis, akibat munculnya ekspektasi OPEC akan memangkas lagi produksinya dan tanda-tanda meningkatnya kembali kebutuhan bensin di negara konsumen energi terbesar global, AS.

Anggota OPEC, Uni Emirat Arab (UEA), mengumumkan pihaknya akan menurunkan lagi produksinya untuk Asia pada April. Langkah UEA ini kian mendorong muncuatnya ekspektasi kelompok produsen minyak itu kembali akan memangkas produksinya pada pertemuan mereka Maret.

Minyak mentah AS untuk pengiriman April meningkat 2.72 dolar menjadi 45,22 dolar per barel. Minyak mentah Brent di pasar London naik 2,22 dolar menjadi 46,51 dolar per barel.

Dukungan bagi kenaikan harga juga datang dari data pemerintah AS yang dirilis Rabu yang memperlihatkan permintaan bensin meningkat pada pekan empat yang berakhir 20 Pebruari.

Pasar menguat menyusul data kebutuhan bensin yang melonjak pada Rabu, penurunan produksi UEA dan kembali bergairahnya pasar saham," kata Tom Bentz, analis pada BNP Paribas Commodity Futures Inc, seperti dilaporkan Reuters.

Krisis ekonomi global telah membuat merosotnya permintaan, sehingga menekan harga minyak dari rekor tertingginya di atas 147 dolar per barel pada Juli lalu.

Pasar saham AS menguat kembali seiring dengan munculnya berita bahwa pemerintah Barack Obama boleh jadi akan meminta banyak lagi dana untuk menyelamatkan sektor finansial yang sakit. Berita itu memicu optimisme bank-bank besar tidak akan dinasionalisasi.

Harga saham kemudian melemah menyusul laporan bahwa jumlah bank bermasalah ternyata melonjak pada kuartal keempat.

Menurut usulan anggaran belanja itu, Presiden Obama kemungkinan akan menyalurkan dana segar senilai 750 miliar dolar kepada bank-bank yang bermasalah, lebih dari dua kali penmyelamatan finansial yang disetujui tahun lalu. (*)




 
     

     
  Ekonomi Bisnis
» Obligasi Danareksa "Oversubscribe"
» Sofyan: Pemerintah Gunakan Hak Beli Newmont
» Depkeu Hati-hati Ambil Putusan Soal Newmont
» Kemenkop Gandeng Nokia Gelar Pelatihan Teknisi HP
» Rupiah Tembus di Bawah Rp11.000 per Dolar

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2010 Solo City View - Telkom Solo