Hua Hin, Thailand (ANTARA News) - Indonesia dan ASEAN meminta Myanmar memanfaatkan perubahan sikap Amerika Serikat dibawah pemerintahan Presiden Barack Obama dengan memajukan perlindungan HAM dan demokratisasi di negara itu.
"Sekretaris Jendral ASEAN menyatakan seusai bertemu Menteri Luar AS Hillary Clinton, ada perubahan sikap dari Amerika, tidak hanya soal ASEAN tapi juga pembangunan kemasyarakatan dan integrasi sosial dalam ASEAN," kata Menteri Luar Negeri Indonesia Nur Hassan Wirajuda kepada pers di Hua Hin, Thailand, Jumat.
Dia melanjutkan, perubahan sikap ini seharusnya beresonansi dengan komitmen Myanmar dalam soal demokratisasi dan penghormatan HAM.
Sejauh ini, lanjut Hassan, Myanmar memberi sinyal untuk mengubah sikapnya dalam soal HAM dan demokratisasi, setidaknya dengan kesediannya untuk bersedia mendengarkan pihak lain (ASEAN dan mitranya) dalam soal ini.
ASEAN sendiri akan menekankan adanya "focus group" (tim khusus) dengan para tetangga ASEAN dalam mencari solusi bagi Myanmar ini, katanya.
Dalam berbagai pertemuan terakhir dengan ASEAN, seperti tersampaikan di pendahuluan KTT ASEAN ke-14 di Thailand sekarang, Myanmar tampak tidak berkeberatan dengan inisiatif-inisiatif yang dimajukan ASEAN.
Bahkan Thailand menyambut prakarsa damai asuhan PBB yang dipimpin utusan khususnya Ibrahim Gambari yang berusaha mengendalikan prilaku junta terhadap demokratisasi dan perlindungan HAM di sana.
"Kita hargai keputusan Myanmar yang mau bekerjasama penuh dengan PBB melalui Profesor Gambari," kata Hassan.
Hassan menegaskan ASEAN berharap pemerintah Myanmar untuk terbuka, tidak hanya pada Komisi HAM PBB, namun juga masyarakat dan organisasi internasional. (*)