”Keluarga memutuskan mengkremasikan langsung di Singapura,” kata Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia Yayan GH Mulyana di Singapura, Selasa. David dikremasi di Monday Cremation, Woodland, Singapura, Selasa pukul 17.15 waktu Singapura. Menurut Yayan, keputusan mengkremasi jenazah David dibuat ayah dan ibu David setelah berkonsultasi dengan keluarga di Jakarta. Proses kremasi disaksikan ayah, ibu, dan kakak David serta perwakilan dari kedutaan besar Indonesia di Singapura. David tewas setelah terjun dari lantai empat kampusnya dan mengiris nadi tangannya. Sebelum tewas, David menikam dosennya, Profesor Chan Kap Luk, 45, pengajar di Divisi Rekayasa Informasi. Nyawa Chan Kap Luk berhasil diselamatkan dan kini kondisinya membaik setelah berada dalam perawatan medis.
Sementara itu, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI untuk Singapura Ahmad Djaniko mengatakan, meskipun meninggal dunia, proses hukum tetap berjalan. Ia mengatakan, dari hasil visum, kepolisian Singapura akan menetapkan status meninggal David. Dari status itu, ditentukan apakah proses hukum dilanjutkan atau tidak. ”Biasanya setelah hasil visum keluar, empat sampai enam bulan kemudian keluarga akan dipanggil untuk persidangan,” katanya. - Oleh : dtc
|