Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar Solo

Events Terbaru
Berita Terbaru
Wisata Solo
Gallery Foto
 
     

     
  Berita Terkini

Kota Solo
Nusantara
Manca Negara
Ekonomi Bisnis
Olah Raga
Hiburan
IpTek
Artikel
Press Rilis
Humor
Pemilu 2009
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
World Heritage Conference
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
PPDB SOLO 2010
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Operator Dilarang Beri Tarif SMS Gratis

JAKARTA (Joglosemar): Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyatakan telah mengirimkan surat kepada para operator telekomunikasi agar menghentikan tarif promosi SMS gratis antaroperator.

“BRTI sudah mengirimkan surat kepada para operator terkait kompetisi tarif SMS. Agar mulai 31 Desember 2008 menghentikan SMS tarif nol,” kata Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar, disela jumpa pers dan refleksi akhir tahun di Kantor Depkominfo, Jakarta, kemarin.

Basuki yang juga Ketua BRTI tersebut mengatakan, tarif promosi SMS gratis ke semua operator bisa menyebabkan gangguan jaringan telekomunikasi operator lain. “Kemungkinan dengan tarif gratis ini akan menimbulkan spam dan mengganggu jaringan operator lain. Tidak etis berpesta di halaman orang lain,” tandasnya.

Tak Terganggu

Basuki melihat operator telekomunikasi yang menggelar program SMS gratis ini adalah operator kelas menengah yang berusaha menarik pelanggan lebih banyak. Beberapa operator telekomunikasi membuat program SMS gratis ke semua operator. Ada juga yang mensyaratkan SMS gratis berlaku setelah mengirimkan beberapa SMS.

Ketua BRTI berharap agar industri telekomunikasi dan masyarakat melihat bahwa kebijakan pemerintah ini bertujuan agar jaringan telekomunikasi tidak terganggu.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki mengatakan, pihaknya memikirkan untuk membatasi blok nomor telepon seluler yang akan diberikan kepada para operator karena nomor tersebut makin terbatas. “Operator agar melakukan efisiensi dengan rasionalisasi penggunaan nomor seluler,” katanya.

Basuki menambahkan, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memberikan rasio 1:3, yaitu satu nomor seluler yang dibutuhkan operator dengan tiga nomor seluler yang diberikan oleh pemerintah. “Rasionya 1:5, kita pikirkan yang efisien berapa. Kemungkinan dari 1:5 menjadi 1:3,” terang Basuki.

Cara yang lain, lanjutnya, adalah dengan penambahan digit pada nomor seluler yang diberikan dengan batasan sesuai ITU (International Telecomunication Union) adalah 15 digit. (ant)




 
     

     
  Ekonomi Bisnis
» Obligasi Danareksa "Oversubscribe"
» Sofyan: Pemerintah Gunakan Hak Beli Newmont
» Depkeu Hati-hati Ambil Putusan Soal Newmont
» Kemenkop Gandeng Nokia Gelar Pelatihan Teknisi HP
» Rupiah Tembus di Bawah Rp11.000 per Dolar

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2009 Solo City View - Telkom Solo