Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar Solo

Events Terbaru
Berita Terbaru
Wisata Solo
Gallery Foto
 
     

     
  Berita Terkini

Kota Solo
Nusantara
Manca Negara
Ekonomi Bisnis
Olah Raga
Hiburan
IpTek
Artikel
Press Rilis
Humor
Pemilu 2009
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
World Heritage Conference
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
PPDB SOLO 2010
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Bursa Saham Asia Tertekan, Ikuti Wall Street

Hongkong (ANTARA News/Reuters) - Harga saham di bursa efek Asia, Jumat, terjun mengikuti Wall Street yang mengalami tekanan terdalam pada 12 tahun terakhir menyusul isu General Motor akan mengajukan pailit ke pengadilan sekaligus menandai bahaya basar pada perusahaan-perusahaan dan sistem perbankan AS.

Saham-saham di bursa dunia tertekan ke posisi terendah dalam enam tahun terakhir setelah indeks Nikkei Jepang jatuh sekitar tiga persen di awal perdagangan dimana pukulan terdalam dialami oleh perusahaan-perusahaan eskportir dan bank-bank di negeri itu.

Namun secara umum bursa saham Asia masih lebih baik performanya ketimbang bursa saham AS dan Eropa, sebagian besar berkat harapan yang masih tersembul mengenai bakal diluncurkannya paket belanja stimulus 585 miliar dolar AS oleh China untuk mengatasi dampak buruk limbungnya ekspor.

Indeks MSCI untuk saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang, turun 0,9 persen, yang masih lebih baik ketimbang anjloknya indeks S&P 500 di Wall Street sampai 4,3 persen sehari sebelumnya.

Harga saham di bursa Australia juga terhempas 1,8 persen, sedangkan indeks saham Korea Selatan tersungkur 1,2 persen.

Membahananya sentimen jual di pasar saham utama ini terjadi setelah munculnya laporan tingkat angkatan kerja di AS yang memperkirakan perusahaan-perusahaan di Negeri Paman Sam akan memecat 648 ribu karyawan Februari ini sehingga angka pengangguran melonjak ke posisi tertinggi dalam 25 tahun terakhir pada 7,9 persen.

"Data pengangguran yang dirilis nanti malam tidak akan mengesankan. Semua hal tidak akan bisa pulih dengan segera," kata Lucinda Chan, direktur divisi pada Macquarie Private Wealth di Sydney.

Sementara itu, dolar AS tertekan terhadap mata uang-mata uang kuat, sehingga beberapa kalangan yang memperoleh untung dari kejatuhan harga saham, mengalihkan portofolio modalnya ke dalam mata uang AS yang dianggap aman.

Indeks dolar, satu parameter untuk mengukur kinerja mata uang AS ini terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,1 persen menjadi 89,019, namun sempat mencapai puncak tertinggi dalam tiga tahun terakhir minggu ini.  Sementara terhadap yen, dolar AS menguat 0,3 persen di posisi 98,35 yen.

Dalam soal energi, harga minyak terpompa naik setelah amblas empat persen Kamis kemarin, mengikuti kekhawatiran menurunnya permintaan akibat resesi global yang bertambah parah telah membuat harga kontrak minyak mentah AS naik 26 sen menjadi 43,87 dolar AS per barel.

Aksi beli untuk mengamankan investasi ini mendorong turunnya "yield" obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun yang selama ini menjadi acuan, menjadi 1,5 basis poin ke posisi 1,295 persen.

Sebaliknya, "yield" obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang harganya turun 7/32, naik dua basis poin di akhir perdagangan kemarin menjadi 2,839 persen.

Sementara harga emas naik tipi menjadi 930,65 dolar AS per ons setelah sempat naik lebih dari dua persen di sesi sebelumnya, akibat pengalihan modal saham ke investasi berkualitas seperti emas, disamping karena investor melihat potensi untung dengan memegang materi berwarna kuning ini.  (*)




 
     

     
  Ekonomi Bisnis
» Obligasi Danareksa "Oversubscribe"
» Sofyan: Pemerintah Gunakan Hak Beli Newmont
» Depkeu Hati-hati Ambil Putusan Soal Newmont
» Kemenkop Gandeng Nokia Gelar Pelatihan Teknisi HP
» Rupiah Tembus di Bawah Rp11.000 per Dolar

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2009 Solo City View - Telkom Solo