Jakarta - Chris John akhirnya tiba di Indonesia usai pertarungannya di Amerika Serikat melawan Rocky Juarez. 'Si Naga' menyebut, meski pertarungan berakhir imbang, ia yakin penonton di sana telah mendapuknya sebagai pemenang.
Dalam pertarungan yang dihelat di Toyota Center, Houston, Minggu (1/3/2009), kedua petinju sama-sama bertahan sampai ronde pamungkas, ketiga juri memberi angka "kompak", yaitu 114-114. Dengan hasil seri tersebut, maka sebagai juara bertahan Chris John tetap berhak menyandang gelar juara WBA di kelas bulu.
Chris pun banyak dipuji oleh para penggemar tinju di tanah air. Banyak yang menilai bahwa dialah yang seharusnya menang dalam laga tersebut, tak terkecuali para penonton di Houston.
Selasa (3/3/2009), The Dragon tiba dari perjalanannya ke 'Negeri Paman Sam' dengan menggunakan pesawat China Airlines. Ia tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.00 siang WIB dan tampak letih usai melakoni perjalanan sejauh ribuan kilometer.
Dengan ditemani pelatihnya, Craig Christian, Mennegpora Adhyaksa Dault, dan Duta Tinju Indonesia Tamara Bleszynski, Chris pun menceritakan bagaimana pertarungannya dengan Juarez begitu memukau publik tuan rumah. "Semua penonton tahu saya menang, tapi yang penting saya bisa memempertahankan gelar juara saya," demikian ucapnya di hadapan para wartawan. "Dengan adanya hasil draw setiap orang ingin melihat pertandingan ulang saja." Ia pun mengatakan bahwa sebelum pertarungan tersebut dirinya cukup optimistis bisa mengalahkan Juarez. Namun, ia juga tak menyangkal bahwa ada beberapa hal yang sempat menjadi pengganggunya di sana. "Saya sih waktu itu cukup optimistis. Namun, karena ini pertandingan pertama saya di sana, saya cukup tegang dan saya sempat sakit," tukasnya seraya membeberkan pengalamannya terserang flu beberapa hari sebelum bertanding.
Kini yang ingin dilakukan Chris hanyalah pulang dan berkumpul dengan keluarganya. Ia mengaku ingin menikmati waktu sambil beristirahat untuk memulihkan tenaganya. "Yang saya lakukan saat ini adalah ingin istirahat dan kembali ke keluarga saya dulu."
( roz / roz )