Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar Solo

Events Terbaru
Berita Terbaru
Wisata Solo
Gallery Foto
 
     

     
  Berita Terkini

Kota Solo
Nusantara
Manca Negara
Ekonomi Bisnis
Olah Raga
Hiburan
IpTek
Artikel
Press Rilis
Humor
Pemilu 2009
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
World Heritage Conference
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
PPDB SOLO 2010
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Kabar Batu Petir Milik Dewi Dihembuskan dari Desa Ponari

Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Jombang - Kabar kemunculan batu petir bernama Rono dan dimiliki Dewi Sulistyowati (12) yang saat ini beken menjadi dukun cilik, dihembuskan dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, tempat tinggal Ponari. Isu batu petir baru itu sudah berembus hampir sepekan terakhir.

"Dulu saat lokasi ini ditutup, saya dapat kabar di warung, jika ada batu yang sama di daerah dekat sini. Tapi tidak saya perhatikan," kata Sutompo (34), pasien asal Mojokerto yang berada di Dusun Kedungsari, tempat praktik dukun cilik Ponari.

Sejak isu batu milik Dewi mencuat di desa itu, jumlah pasien yang datang ke rumah Ponari juga berkurang. Sebagian pasien memilih berpindah berobat ke Dusun Pakel, yang berjarak sekitar 12 kilometer dari rumah di Dusun Kedungsari.

Batu petir milik Dewi, patut dianggap sebagai isu. Sebab para wartawan yang datang ke Dusun Pakel, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, tidak bisa menyaksikan batu petir milik Dewi Sulistyowati, seorang anak dukun di desa itu.

Praktek perdukunan itu pun juga tidak dilakukan Dewi. Hanya dilakukan oleh Slamet, ayah Dewi yang memang dikenal berprofesi sebagai dukun. Setiap orang yang datang ke tempat itu bisa mengambil air, yang sudah dicelup dengan batu milik Dewi.

Namun Slamet mengaku tidak pernah menggunakan batu yang ditemukan Dewi sebagai media untuk mengobati seseorang. "Pak Slamet khawatir nanti merusak iman karena percaya pada batu," kata Adi Wijanarko (25), salah seorang tetangga Slamet.

Menurut Adi, di desa itu Slamet memang dikenal bisa menyembuhkan penyakit dengan doa dan air. Slamet membaca doa-doa tertentu lalu ditiupkan ke air yang dibawa pasien. Air itu diambil dari gentong kuno yang konon sudah dicelup dengan batu petir temuan Dewi.

(bdh/bdh)




 
     

     
  Nusantara
» Bos PT Maspion Grup jadi tersangka
» MUI yakin label halal di dendeng kandung babi palsu
» Mesin rusak, pesawat Lion Air gagal terbang
» BPS: Konsumsi swasta masih kuat
» Polres Cilegon tangkap 68 warga Afghanistan

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2009 Solo City View - Telkom Solo