Tamam Mubarrok - detikSurabaya
Jombang - Kabar kemunculan batu petir bernama Rono dan dimiliki Dewi Sulistyowati (12) yang saat ini beken menjadi dukun cilik, dihembuskan dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, tempat tinggal Ponari. Isu batu petir baru itu sudah berembus hampir sepekan terakhir.
"Dulu saat lokasi ini ditutup, saya dapat kabar di warung, jika ada batu yang sama di daerah dekat sini. Tapi tidak saya perhatikan," kata Sutompo (34), pasien asal Mojokerto yang berada di Dusun Kedungsari, tempat praktik dukun cilik Ponari.
Sejak isu batu milik Dewi mencuat di desa itu, jumlah pasien yang datang ke rumah Ponari juga berkurang. Sebagian pasien memilih berpindah berobat ke Dusun Pakel, yang berjarak sekitar 12 kilometer dari rumah di Dusun Kedungsari.
Batu petir milik Dewi, patut dianggap sebagai isu. Sebab para wartawan yang datang ke Dusun Pakel, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, tidak bisa menyaksikan batu petir milik Dewi Sulistyowati, seorang anak dukun di desa itu.
Praktek perdukunan itu pun juga tidak dilakukan Dewi. Hanya dilakukan oleh Slamet, ayah Dewi yang memang dikenal berprofesi sebagai dukun. Setiap orang yang datang ke tempat itu bisa mengambil air, yang sudah dicelup dengan batu milik Dewi.
Namun Slamet mengaku tidak pernah menggunakan batu yang ditemukan Dewi sebagai media untuk mengobati seseorang. "Pak Slamet khawatir nanti merusak iman karena percaya pada batu," kata Adi Wijanarko (25), salah seorang tetangga Slamet.
Menurut Adi, di desa itu Slamet memang dikenal bisa menyembuhkan penyakit dengan doa dan air. Slamet membaca doa-doa tertentu lalu ditiupkan ke air yang dibawa pasien. Air itu diambil dari gentong kuno yang konon sudah dicelup dengan batu petir temuan Dewi.
(bdh/bdh)