Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Batu Petir Juga Ditemukan Warga Banyuwangi

Irul Hamdani - detikSurabaya
Banyuwangi - Tak hanya Ponari, dukun cilik asal Jombang yang memiliki batu petir 'sakti'. Seorang warga Dusun Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, ternyata juga memiliki batu yang diyakini berasal dari sambaran petir.

Pemilik batu petir itu yakni, Ahmad Ikhsannuddin (32), atau akrab dipanggil Cak Mad. Menurut laki-laki yang memiliki kelainan pada matanya tersebut, batu petir itu didapatkannya di musim penghujan pada tahun 1990 lalu.

"Siang itu hujan deras disertai petir. Saya pas duduk di depan mushola rumah saya. Sekelebat terlihat petir berwarna hijau kebiruan menghantam pohon kelapa tak jauh dari mushola. setelah hujan reda, saya ke lokasi dan saya temukan batu itu tergeletak di bawah pohon kelapa," cerita Cak Mad panjang lebar saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (11/2/2009).

Batu petir temuan Cak Mad itu memiliki bentuk yang unik, mirip dengan sebilah mata kampak. Batu itu memiliki ukuran selebar dua jari tangan orang dewasa, serta memiliki panjang sekitar 10 cm. Karena tidak tahu kegunanaannya, batu tersebut disimpannya.

Saking lamanya disimpan, dia baru sadar kalau memiliki batu petir saat mendengar berita heboh terkait batu petir milik Ponari, dukun cilik asal Jombang.

Seingatnya, batu petir itu selama ditemukan dan disimpan, hanya sekali dipakai untuk mengobati orang sakit.

"Hanya sekali saya pakai. Waktu itu saya hanya penasaran. Saya celupkan batu itu ke air, lalu airnya saya usapkan ke dahi dan pusar orang itu. Alhamdulillah, lantaran batu petir itu panas tubuhnya langsung reda," kata Cak Mad, yang mengaku mengalami kebutaan pada matanya sejak tahun 1999, akibat kelainan syarat mata.

Semenjak itu, batu tersebut hanya disimpan di kotak tempat kacamata miliknya. Sebab, anak ke-10 dari 12 bersaudara tersebut takut jika batu itu akan mengundang kemusyrikan.

"Saya takut benda itu mengundang kemusyrikan," ujar mantan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember itu, sambil memasukkan batu petirnya ke dalam dompet kacamata, tempat disimpannya batu langit tersebut.

Selain itu, Cak Mad juga menjelaskan dirinya menghindari ucapan miring yang mengkaitkan kekhasiatan batu petir itu dengan kondisi matanya yang tidak kunjung sembuh meski pernah ditangani puluhan dokter spesialis mata.

Untuk itu, dia berencana akan menguji kembali kekhasiatan batu petir itu, dengan mengobati kelainan pada kedua matanya. Namun dia tetap berpedoman dengan akidah agama yang dianutnya.

(bdh/bdh)




 
     

     
  Nusantara
» Bos PT Maspion Grup jadi tersangka
» MUI yakin label halal di dendeng kandung babi palsu
» Mesin rusak, pesawat Lion Air gagal terbang
» BPS: Konsumsi swasta masih kuat
» Polres Cilegon tangkap 68 warga Afghanistan

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2010 Solo City View - Telkom Solo