Solo (Espos)-Sebanyak 3.068 pemilih di lima kecamatan yang terindikasi bermasalah dalam daftar pemilih tetap (DPT) dicoret Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Penitia Pemilihan Kecamatan.
Pencoretan pemilih dalam DPT dimungkinkan masih bisa bertambah, lantaran KPU masih melakukan validasi data hingga Rabu (8/4) atau H-1 mendatang.
Anggota KPU Divisi Hubungan Antarlembaga dan Data Informasi, Agus Sulistyo saat ditemui wartawan, Senin (6/4), di Kantor KPU Solo, mengatakan, berdasarkan hasil pemeliharaan DPT sementara jumlah pemilih yang terindikasi bermasalah hingga Senin kemarin mencapai 3.068 pemilih.
Angka tersebut, terangnya, terdiri atas pemilih yang sudah meninggal dunia sebanyak 831 pemilih, nama pemilih kurang dari 17 tahun sebanyak 85 pemilih, nama pemilih yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK) sebanyak 951 pemilih, indikasi nama ganda sebanyak 1.182 pemilih dan 19 pemilih yang diduga dari unsur TNI/Polri.
"Sedangkan jumlah warga yang belum terdaftar dalam DPT Pemilu legislatif sebanyak 295 pemilih yang menyebar di Kecamatan Laweyan, Pasar Kliwon, Serengan dan Jebres. Warga yang belum terdaftar itu banyak ditemukan di Kecamatan Serengan, yakni sekitar 149 warga dan Kecamatan Pasar Kliwon sekitar 139 warga. Mereka yang belum terdaftar bakal dimasukan dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Presiden (Pilpres)," terangnya.
Agus menguraikan, sebelumnya KPU sudah mengeluarkan surat ke Penitia Pemungutan Suara (PPS) dan PPK agar melakukan pencermatan terhadap DPT, di mana jika ditemukan indikasi permasalahan dalam DPT supaya dicoret langsung dan dibuat berita acara untuk selanjutnya dilaporkan ke KPU.
Dia mengatakan, sebanyak 3.068 pemilih tersebut kemungkinan besar tidak akan mendapatkan formulir model C4 atau undangan untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Solo mencatat jumlah pemilih pemula sebanyak 5.262 pemilih. Menurut Agus, data tersebut sebenarnya masuk dalam DPT Pemilu legislatif, karena perhitungan tanggal lahir mereka berdasarkan tanggal 9 April 2009.
Oleh: Tri Rahayu