JEBRES (Joglosemar): Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Sebelas Maret, Muhammad Gamal Rindarojono mengungkapkan akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Surakarta dan tujuh daerah kabupaten lainnya tingkat kerugian sementara mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
Dia mencontohkan di Sragen kerugian akibat bencana sepanjang 2009 sudah mencapai Rp 230 miliar, padahal anggaran daerah untuk penanganan bencana hanya sekitar Rp 800 juta. ”Bencana di Sragen itu saja bisa memakan anggaran daerah 60 persennya, ini sangat serius,” tandasnya, Kamis (2/4).
Kepala Divisi Survei Pemetaan Nasional, Aris Poniman Kertopermono menyatakan Indonesia yang secara geografis diapit tiga lempeng dunia yakni lempeng Australia, Pasifik dan Eurasia masih berpotensi besar terjadi bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, banjir dan tanah longsor.
”Namun tidak perlu panik jika terjadi bencana jika memang kita siap dengan pemetaan dan mitigasi. Contohnya Jepang, gempa sudah langganan tapi masyarakatnya siap, beda dengan kita,” tuturnya. (mas)