KARANGASEM (Joglosemar): Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Pinggiran Surakarta (Sompis) mengaku dirugikan dengan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo selama ini.
“Pembangunan hanya sebatas fisik, tata ruang kota malah menggusur kami para tukang becak, city walk maupun Galabo itu bagus tapi tidak ada ruang bagi kami, itu mematikan kami,” ujar Danu Supriyanto salahsatu anggota Sompis dari elemen Paguyuban Pengemudi Becak Surakarta (PPBS), pekan lalu.
Senada, Poncowolo selaku perwakilan dari kaum difabel menambahkan, kebijakan yang ada belum menyentuh mereka. Perda difabel sudah ada namun tidak memiliki kapasitas. Menurut dia, apa yang diamanatkan dalam UU maupun Perda belum dijalankan sepenuhnya. (ono)