SOLO (Joglosemar): Salah seorang saksi mata perampokan di toko kelontong Ida di Jalan Kapten Tendean 106, Nusukan, Banjarsari, Solo, Minggu (5/4), Riyanto (24) mengatakan kawanan pelaku berhasil kabur menuju selatan.
“Setahu saya pelaku empat orang mengendarai dua sepeda motor, kemudian kabur menuju arah selatan,” kata penjual VCD di seberang tempat kejadian perkara (TKP) itu.
Warga Bonorejo, Nusukan, Banjarsari ini menuturkan pelaku datang dari arah utara dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja dan Honda Mega Pro.
Hanya, saksi lain menyebutkan pelaku mengendarai Yamaha RX King. “Saat belanja, sekilas saya melihat pelaku mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro dan Yamaha RX King. Sepeda motor diparkir di sekitar kios seolah untuk menutupi motor lain yang akan parkir. Saya lihat pelaku ada yang bertato,” ujar Budi (38), warga Gebang RT 02/RW 17, Kadipiro.
Anak korban Khairudin (32), menceritakan saat kejadian ia tengah mengemasi gula pasir. Menurutnya, uang yang hilang berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta.
Uang tersebut merupakan hasil penjualan dalam sehari. “Saya dengar suara dor, saya pikir bunyi ban meletus. Saya lari keluar, setelah dengar suara, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” tuturnya.
Informasi yang dihimpun Joglosemar menyebutkan pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang itu berhasil membawa harta rampokan senilai Rp 17 juta lebih. Pelaku juga menembak pekerja toko, Muhdiyanto alias Simin (34), warga Wonorejo RT 02/RW 10, Gondangrejo, Karanganyar, hingga terluka di tangan kiri.
Korban Muhdiyanto yang terkena tembakan di tangan sempat dilarikan menuju UGD RS Brayat Minulyo. Dr Widi yang merawatnya mengatakan korban hanya terkena serempetan peluru. “Korban sudah boleh pulang,” katanya. (sus)