PASAR KLIWON (Joglosemar): Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Keraton Surakarta diharapkan segera merevitalisasi kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) Solo.
Dengan kondisi Alkid yang tidak terawat saat ini, dikhawatirkan akan menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai tempat mangkal bagi pekerja seks komersial (PSK).
Alkid yang berada di lingkup Baluwarti, sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Apalagi dengan keberadaan Kebo Bule serta dua kereta jenazah milik Keraton Surakarta, tentunya menambah daya tarik tempat itu.
Hanya, untuk mewujudkan Alkid sebagai kawasan wisata, diperlukan penanganan yang serius. Hal ini yang belum tampak dilakukan oleh pemangku kebijakan di Kota Solo.
Jika siang hari, Alkid tak ubahnya seperti tempat pembuangan sampah (TPS), khususnya sampah kering. Sampah hampir menutup sebagian besar permukaan rumput di kawasan tersebut.
Sementara pada malam hari, kondisinya sangat gelap. Dari pantauan Joglosemar, Sabtu (4/4) malam, sekitar 30 lampu taman di Alkid, hanya sekitar 11 lampu yang hidup. Penerangan di kawasan itu terbantu dengan adanya kantor pemadam kebakaran di sisi selatan Alkid.
Minimnya penerangan di kawasan itulah yang dikhawatirkan oleh sebagian masyarakat Kota Solo. Warga waswas tempat publik ini akan dikondisikan lagi sebagai tempat mangkal bagi para PSK.
“Saya rasa kondisinya masih sama seperti dulu. Bedanya, kalau dulu banyak rumah (di Alkid-red), sekarang sudah tidak ada. Nah, jika kawasan itu tidak segera dibenahi, kawasan itu akan kembali seperti dulu,” ungkap Guntur Wiharti, warga RT 3/RW 6, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, kepada Joglosemar, Sabtu (4/4).
Penerangan
Senada, Joko Prasetyo, warga Panularan RT 03/RW V, Kecamatan Laweyan juga mengeluhkan minimnya penerangan di Alkid. “Penerangan di kawasan itu harus ditambah. Kalau kondisi seperti saat ini, gelap, hanya akan semakin membuat mereka leluasa untuk menjalankan praktik-praktik seperti itu,” ungkapnya.
Hal penting yang bisa dilakukan saat ini untuk mengantisipasi berkembangnya kawasan itu sebagai lokasi prostitusi, salah satunya dengan menambah penerangan, sebelum melakukan revitalisasi secara total. Pemkot Solo dan Keraton Surakarta harus segera merevitalisasi kawasan Alkid. Beberapa waktu lalu, Pemkot Solo mewacanakan untuk mengembangkan Baluwarti sebagai kawasan wisata.
Seyogianya, program penataan kawasan Baluwarti, mencakup penataan Alkid. Dengan dilakukan pembenahan, setidaknya akan menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada kawasan itu. (ena)