NGARSAPURA (Joglosemar): Kondisi cuaca yang kurang bagus akhir-akhir ini mempengaruhi tingkat kunjungan masyarakat ke nightmarket Solo. Imbasnya, omzet 160 pedagang di kawasan Ngarsapura itu cenderung merosot. Jika sebelumnya pedagang night market mampu meraup Rp 27,2 juta, namun dalam situsasi sekarang, omzet yang dicapai hanya berkisar Rp 16 juta.
Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Solo, Febria Roekmi, penurunan omzet pedagang nightmarket bukan pertanda kemunduran.
“Saya yakin nightmarket ke depan akan tambah ramai. Hari ini sepi karena cuaca sedang tidak bagus. Pasar seni nightmarket ini memang sangat bergantung pada kondisi cuaca,” ungkap Febria saat ditemui Joglosemar di nighmarket, akhir pekan lalu.
Pada Sabtu (4/4), nightmarket memang terlihat lebih sepi dari biasanya. Jalan antara tenda sisi kanan dan tenda sisi kiri yang biasanya disesaki pengunjung, malam itu terlihat sangat lengang.
Hujan disertai angin kencang yang melanda Solo, pada Sabtu lalu, memaksa beberapa pedagang harus menutup usahanya lebih awal. “Tadi (sebelum hujan-red), mereka sudah membuka dasar, tapi kemudian turun hujan yang disertai angin kencang. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pulang,” terang Djoko Utomo, pedagang Batik Batok Craft. (ena)