SOLO (Joglosemar): Jelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April 2009, sejumlah calon anggota legislatif (Caleg) memborong beras di sejumlah pasar di Kota Solo. Hal itu dilakukan untuk meraih simpati masyarakat.
Pemilik toko beras Adi Rasa, Eny Pratiwi mengakui ada Caleg yang membeli beras sebanyak 1,5 ton. Selain itu, beberapa bakul beras yang membeli di tempatnya juga mengaku beras dagangannya juga dibeli para Caleg.
”Ada tiga bakul beras yang menerima pesanan dari para Caleg,” kata dia, saat ditemui di toko miliknya, Senin (6/4).
Ia menyebutkan setiap bakul mendapat pesanan sebanyak satu ton beras. ”Bungkusan itu menjadi paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dibandingkan dengan jumlah pembelian beras pada Pemilu 2004 lalu, menurutnya, tahun ini cenderung menurun. ”Dulu waktu pemilihan Walikota Solo juga terjadi peningkatan penjualan. Tetapi, pemilihan Gubernur kemarin sama sekali tidak ada kenaikan jumlah pembelian beras,” akunya.
Sementara itu, penjual beras lainnya, Ari Sutomo mengatakan ada beberapa Caleg yang membeli beras di tempatnya. Salah satu Caleg, beber dia, membeli beras sebanyak lima kuintal.
Hanya, pihaknya mengeluhkan selama kampanye penjualan beras sangat sepi. Bahkan, harganya cenderung naik. ”Yang naik adalah beras kualitas bagus,” tukas dia.
Senada, pemilik toko beras Adi Rasa, Eny Pratiwi mengemukakan harga beras cenderung naik sekitar Rp 100 per kilogram. “Harga beras C4 biasa naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 4.600 per kilogram. Beras C4 super, harganya menjadi Rp 5.600 dari harga semula Rp 5.500 per kilogram. Harga naik tetapi pembeli tidak ada,” keluhnya.
Kenaikan ini, selain karena harga gabah tinggi, juga sebagai dampak seretnya pasokan dari daerah seperti Sragen dan Sukoharjo. Di dua daerah tersebut, saat ini sedang memasuki masa tanam.
”Delanggu memang sedang panen. Tetapi, harga beras Delanggu kalau dijual di Pasar Legi harganya tidak sampai, karena beras itu larinya ke Jakarta dan Semarang,” papar Eny. (fjr)