GLADAG (Joglosemar): Masyarakat diminta mewaspadai tiga titik kerawanan yang oleh Gerakan Pemantau Pemilu Kota (GP2K) Solo disebut sebagai hantu Pemilu yakni praktik manipulasi, intimidasi dan politik uang (money politics).
“Justru pada masa tenang ini, sangat mungkin terjadi hal-hal seperti itu. Karena itu, waspadalah. Mari kita bersama-sama menyukseskan Pemilu 2009 ini. Tiga hal ini dapat mencederai demokrasi di negeri ini,” papar Humas GP2K, Ivan Andimuhtarom, dalam aksi damai di Bundaran Gladag Solo, Senin (6/4) siang.
Menurutnya, money politics, intimidasi dan manipulasi itu seperti hantu, masuk dari rumah ke rumah tanpa bisa dideteksi. Hal ini sangat membahayakan bagi kelangsungan Pemilu yang luber dan jurdil, serta bisa menggagalkan demokrasi sehingga harus diwaspadai.
“Hindari money politics. Sehingga, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, kita bisa merasakan kehidupan d an perubahan yang lebih baik. Karena sejatinya, Pemilu itu untuk memilih wakil rakyat yang berdedikasi tinggi terhadap rakyat yang memilihnya,” lanjut Ivan.
Salah satu bentuk kecurangan dalam Pemilu yang harus diwaspadai, kata Ivan, adalah intimidasi. Hal ini bisa terjadi kepada pengurus KPPS, PPS, PPK, Panwaslu maupun pemantau pemilu agar yang bersangkutan bisa memuluskan usaha-usaha partai politik dalam memenangkan salah satu calonnya di suatu TPS.
Koordinator GP2K Solo Basuki menambahkan, jika warga menemukan adanya indikasi kecurangan-kecurangan tersebut, diminta untuk segera melaporkan ke KPU, Panwas ataupun ke GP2K Solo. (ena)