Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Pengunduran Pendaftaran Capres Diupayakan Tidak Ganggu Pemerintahan

Yogyakarta (ANTARA News) - Pengunduran jadwal pendaftaran bagi pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) harus diupayakan tidak sampai menimbulkan kevakuman dalam pemerintahan sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus tepat dalam menghitung waktu.

"Mundurnya jadwal pendaftaran pasangan capres dan cawapres jangan sampai justru menganggu pemerintahan karena terjadi kevakuman, sehingga KPU harus bisa memastikan pemilihan presiden sudah kelar sebelum jabatan presiden berakhir," kata pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta AAGN Ari Dwipayana, Rabu.

Ia mengatakan, keputusan KPU untuk mengundur jadwal pendaftaran tersebut juga disebabkan beberapa faktor seperti belum tuntasnya rekapitulasi hasil pemungutan suara pemilu legislatif sehingga sulit untuk menentukan persentase perolehan suara partai politik (parpol).

"Jika KPU tidak menunda jadwal batas akhir maka juga akan rawan karena parpol akan mengajukan `class action` terutama yang masih terbuka untuk koalisi," katanya.

Menurut dia, KPU harus dapat mengatur waktu agar pelaksanaan pemilihan presiden selesai sebelum Oktober sehingga tidak terjadi kekosongan dalam pemerintahan.

"Saat ini memang belum ada undang-undang yang mengatur masalah perpanjangan jabatan preseiden, sehingga KPU harus bisa memastikan bahwa pelantikan presiden terpilih dapat dilakukan sebelum jabatan presiden habis," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengunduran jadwal seharusnya juga diikuti dengan pembenahan berbagai kekuarangan yang muncul dalam pemilu legislatif sehingga setiap hambatan dapat diantisipasi lebih baik.

"Misalnya KPU dapat mematangkan daftar pemilih tetap (DPT) yang pada Pemilu legislatif menimbulkan banyak masalah sehingga data DPT dalam Pilpres lebih akurat," katanya.

"Parpol atau Capres dan Cawapres memiliki waktu yang lebih longgar untuk penjajagan koalisi dan tidak dipaksa dengan sempitnya waktu sehingga pembicaraan bisa lebih efektif baik itu terkait `sharing` di pemerintahan maupun kemungkinan lainnya," kata Ari Dwipayana.(*)

COPYRIGHT © ANTARA




 
     

     
  Pemilu 2009
» Marzuki Darusman: Golkar siapkan lima Cawapres
» Akbar: Koalisi Golkar-PD paling tepat
» Golkar hanya usung Cawapres
» Walikota minta DPT diperbaiki untuk Pilpres
» Pemungutan suara di 2 TPS bakal diulang

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2010 Solo City View - Telkom Solo