Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

Korea Utara Minta Pengawas IAEA Pergi

Wina (ANTARA News/AFP) - Korea Utara telah minta inspektur IAEA untuk pergi dan mengatakan negara itu akan mengaktifkan kembali semua fasilitas nuklirnya, badan pengawas nuklir PBB mengatakan, Selasa, setelah Pyongyang meninggalkan pembicaraan pelucutan senjata enam-negara.

"Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) hari ini telah memberitahu inspektur IAEA di fasilitas Yongbyon bahwa negara itu akan menghentikan dengan segera semua kerjasaama dengan IAEA," jurubicara Marc Vidricaire dari Badan Energi Atom Internasional mengatakan dalam satu pernyataan.

"Negara itu telah minta pembersihan semua peralatan penahanan dan pengamatan, setelah mana, inspektur IAEA tidak lagi akan diberi akses ke fasilitas tersebut.

"Inspektur-inspektur itu juga telah diminta untuk meninggalkan DPRK pada waktu secepat mungkin," ia menambahkan.

"DPRK juga memberitahu IAEA bahwa negara itu telah memutuskan untuk mengaktifkan kembali semua fasilitas dan meneruskan pemrosesan kembali bahan bakar yang tersisa."

Korea Utara mengumumkan Selasa pagi bahwa negara itu akan meninggalkan pembicaraan pelucutan senjata nuklir enam negara dan memulai lagi program senjata atomnya sebagai protes atas kutukan PBB pada peluncuran roketnya 5 April lalu.

Korea Utara "akan memperkuat alat penangkis nuklirnya untuk pertahanannya dengan semua cara", kata pernyataan dari kementerian luar negeri Korut yang disiarkan oleh KCNA.

"Kami akan melakukan langkah-langkah untuk memulihkan fasilitas nuklir yang telah dicacatkan...dan memproses kembali bahan bakar yang telah digunakan yang datang dari reaktor nuklir percobaan," kantor berita itu menambahkan.

Pyongyang telah mencacatkan reaktor di Yongbyon yang menghasilkan plutonium kualitas-senjata sebagai bagian dari perjanjian enam negara Februari 2007.

Pengumuman Selasa tiba beberapa jam setelah Dewan Keamanan dengan suara bulat menyetujui pernyataan yang mengutuk peluncuran Korut 5 April lalu, yang organisasi itu katakan bertentangan dengan resolusi yang disahkan setelah uji coba rudal dan nuklir Korea Utara pada 2006.

Dewan setuju untuk memperketat sanksi yang dimandatkan menurut Resolusi 1718 PBB yang tidak dijalankan di tengah harapan akan kemajuan dalam denuklirisasi.

Pyongyang memuji apa yang negara itu katakan sebagai peluncuran satelit komunikasi yang bersejarah sepekan lalu.

Namun AS dan sekutu-sekutunya mengatakan bukan satelit yang telah dideteksi di orbit, dan tujuan Utara adalah untuk menguji coba rudal jarak jauh. (*)

COPYRIGHT © 2009




 
     

     
  Manca Negara
» Pembantu Senior Presiden Iran Mundur
» Bocah Naik Kereta Sendirian di New York
» Presiden Bolivia Akhiri Mogok Makan
» Korea Utara Minta Pengawas IAEA Pergi
» China Tolak Sanksi PBB Terhadap Korut

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2010 Solo City View - Telkom Solo