Solo (Espos)-Proyek penataan kembali kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo sebagai taman dan hutan kota akan mulai dikerjakan Mei mendatang, dimulai dari kawasan Jebres, Pucangsawit dan seterusnya sampai ke selatan wilayah Solo.
Walikota Solo, Joko Widodo, kepada wartawan di Balaikota, Senin (13/4) mengatakan, proyek itu dimulai di Jebres karena di wilayah itulah yang paling siap. Proses relokasi warga bantaran yang tinggal di tanah negara di kawasan itu sudah hampir selesai. Paling tidak, secara administratif sudah selesai.
"Jadi nanti prosesnya, tanah bekas ditempati warga yang telah direlokasi akan dirapikan, baru setelah itu ditanami supaya membentuk hutan dan taman kota. Direncanakan di kawasan itu juga ada jogging track," jelas Jokowi.
Semua proyek tersebut, kata Jokowi, akan dikerjakan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU). Sedangkan anggarannya, kemungkinan akan diambilkan dari dana pembangunan pascabanjir dari pemerintah pusat yang nilai totalnya sekitar Rp 89 miliar. Dana itu sejak awal memang diperuntukkan untuk perbaikan infrastruktur, termasuk pintu air Putat, parapet di Joyotakan, dan sebagainya.
Tak hanya itu, Jokowi mengatakan, Jembatan Komplang, yang menjadi penyebab banjir di kawasan Solo utara beberapa waktu lalu, juga akan dibangun kembali. Pembangunan jembatan tersebut, menurut Jokowi, diperkirakan menghabiskan anggaran senilai Rp 7,8 miliar.
Jembatan itu akan dibangun tahun ini juga kalau anggarannya masih mencukupi.
"Setelah ditelisik, banjir di Solo utara kemarin itu, ternyata disebabkan karena aliran air di sungai di bawahnya tertutup oleh barongan pring yang hanyut dan terdampar di bawah jembatan karena terhalang tiang penyangga jembatan, sehingga airnya membeludak dan terjadilah banjir," kata Jokowi.
Dia menambahkan, ke depan, jembatan itu akan dibangun tanpa pilar atau tiang penyangga di bawahnya.
Kembali ke penataan kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo, ditemui terpisah di Balaikota, Senin (13/4), Ketua LPMK Jebres, Honda Hendarto, membenarkan bantaran di wilayahnya memang sudah hampir bersih. Warganya, terutama yang tinggal di tanah negara, semuanya sudah memproses relokasi.
Oleh: Suharsih