Solo (Espos)-Walikota Solo Joko Widodo mengakui data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Solo masih banyak masalah, meskipun sistem kependudukan di Solo ini menjadi percontohan nasional dengan pendampingan Jerman.
Penegasan Walikota Solo Joko Widodo itu disampaikan kepada wartawan, Kamis (9/4) malam, di sela-sela kegiatan pemantauan ke Kantor Penitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Solo.
Dia mengatakan, sudah melakukan pemantauan di sejumlah lokasi baik siang atau malam selama proses pemungutan suara dan penghitungan suara.
Menurut Jokowi, secara umum proses pemungutan suara berlangsung lancar, meskipun ada permasalahan di beberapa tempat pemungutan suara (TPS), yang berdampak dengan adanya pemungutan suara lanjutan Jumat (10/4).
“Banyak permasalahan tentang penyelenggaraan Pemilu tahun ini memang butuh koreksi, mulai dari administrasi kependudukan Pemerintah Kota (Pemkot) sampai teknis penyelenggaraan Pemilu. Solo saja yang menjadi percontohan sistem kependudukan satu-satunya di Indonesia dengan didampingi Jerman masih banyak masalah. Apalagi di daerah lain yang bukan daerah percontohan,” tegasnya.
Walikota menambahkan, dari sisi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Disdukcapil sudah ditata dan ada pendmapingan khusus dari GTZ Jerman. Namun persoalannya, imbuhnya, terletak pada input data kependudukan itu sendiri.
Oleh karenanya, menurut Walikota, Muspida Kota Solo bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panwaslu Solo bakal berkumpul untuk mengevaluasi dan menindaklanjuti banyaknya persoalan yang ada.
Oleh: Tri Rahayu