Jakarta-Meski tak menghasilkan keputusan, Rapat Konsultasi Golkar yang digelar Kamis malam memberi sinyalemen yang kuat jika partai beringin tidak lagi mengusung capres, melainkan hanya cawapres. Siapa yang akan diusung sebagai cawapres? Akan ditentukan pada Rapimnas Khusus (Rapimnassus) nanti.
"Karena suara hanya 14 persen, dipastikan akan berkoalisi. Dan logikanya, supaya bisa memang pasti akan berkoalisi dengan partai pemenang," ujar Ketua DPP Partai Golkar, Yorrys Raweyai, ketika ditemui wartawan usai Rapat Konsultasi Partai Golkar, di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta, Kamis (16/4).
Jika berkoalisi dengan partai pemenang, posisi yang paling pantas bagi Golkar adalah cawapres.
"Pasti, kita harus realistis," tutur Yorrys.
Menurut Yorrys, untuk menentukan siapa yang akan diusung dalam koalisi nantinya akan ditetapkan pada Rapimnassus nanti. Hingga kini ada 7 nama yang lolos penjaringan Partai Golkar yang digelar beberapa waktu lalu. Dari 7 orang ini, 1 orang di antaranya akan ditentukan pada Rapimnassus nanti sebagai tokoh yang akan diusung oleh Golkar.
"Kan sudah ada 7 nama yang lolos dalam penjaringan. Nah skarang, di rapat konsultasi tadi dipersilahkan DPD I untuk pulang ke daerahnya, untuk menentukan keputusan daerahnya masing-masing, yang akan mereka bawa ke Rapimnassus," terang Yorrys.
Sebelum Rapimnassus digelar, masing-masing DPD I memang akan menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dengan DPD II untuk mengambil keputusan.
7 nama yang lolos penjaringan Partai Golkar yakni Jusuf Kalla, Sultan Hamengkubuwono X, Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Agung Laksono dan Fahmi Idris.
Sumber: Detikcom
Oleh: Ahmad Mufid Aryono