Solo City View
Solo City View Solo City View
Solo City View
     
  Streaming Camera

SCV Home
Inside Solo
Arround Solo
 
     

     
  Seputar Solo

Events Terbaru
Berita Terbaru
Wisata Solo
Gallery Foto
 
     

     
  Berita Terkini

Kota Solo
Nusantara
Manca Negara
Ekonomi Bisnis
Olah Raga
Hiburan
IpTek
Artikel
Press Rilis
Humor
Pemilu 2009
 
     

     
  Seputar SCV

Lokasi Hotspot
Info Solo City View
Tentang Kami
Kontak Kami
Komentar Anda
 
     

     
  Partner Links

Pemkot Surakarta
World Heritage Conference
Dinas Pariwisata
Terang Abadi TV
UNS Sebelas Maret
PPDB SOLO 2009
Panasonic IT Comm
Telkom Speedy
Telkomnet
Plasa.Com
PT Telkom,Tbk
Telkomsel
Boleh.Com
Jakarta CityView
Pasar Kreasi
Pasar Solo
Solo Peduli
PT. Kalimas
 
     
     
 

BPS: Konsumsi swasta masih kuat

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat konsumsi swasta selama kuartal I 2009 masih cukup kuat, sehingga menjadi penyumbang besar pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama 2009.

"Konsumsi swasta, berdasarkan rekaman kita masih cukup kuat," kata Kepala BPS Rusman Heriawan Jakarta, Jumat (17/4).

Selain konsumsi swasta, menurut dia, pertumbuhan ekonomi selama kuartal I 2009 juga akan didorong oleh stimulus yang bukan berasal dari APBN tetapi dari pelaksanaan pemilu.

"Bahkan ada gurauan kalau pemilu berulang-ulang, maka akan positif bagi pertumbuhan ekonomi," katanya.

Menanggapi prognosa pertumbuhan ekonomi oleh Depkeu sebesar 4,3 - 4,8 persen dan BI sebesar 4,5 - 4,6 persen, Rusman mengatakan, angka tersebut cukup masuk akal.

"Saya kira itu make sense karena memang ada slowdown ekonomi. Kalau kita lihat YoY kelihatannya kalau tidak ada krisis global, harusnya startnya sudah diatas 6,0 persen," katanya.

Ia menyebutkan, BPS akan resmi mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2009 sesuai data empiris pada 15 Mei yang akan datang.

Menurut dia, prognosa yang disampaikan Depkeu maupun BI sudah menunjukkan adanya perlambatan ekonomi dibanding tahun lalu.

"Namun konsumsi swasta berdasarkan rekaman kita masih cukup kuat, demikian juga stimulus yang bukan dari APBN seperti Pemilu menjadi
pendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

Mengenai dampak stimulus fiskal 2009 terhadap pertumbuhan ekonomi, Rusman mengatakan, stimulus dari APBN secara normal saja sebenarnya sudah cukup besar.

"Kalau penyerapan APBN dipercepat, sebenarnya memberikan dampak yang besar kepada pertumbuhan ekonomi. Dampak stimulus fiskal itu tidak seberapa dibandingkan dengan kue APBN yang cukup besar," katanya.

Menurut dia, tahun 2009 harus diperlakukan secara berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya ketika penyerapan anggaran secara besar-besaran terjadi di akhir tahun.

"Kalau kita pakai business as usual di mana penyerapan jatuh di triwulan IV, maka harapan kita terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi
menjadi sangat terlambat," katanya.

Sumber: Antara
Oleh: Ahmad Mufid Aryono




 
     

     
  Nusantara
» Bos PT Maspion Grup jadi tersangka
» MUI yakin label halal di dendeng kandung babi palsu
» Mesin rusak, pesawat Lion Air gagal terbang
» BPS: Konsumsi swasta masih kuat
» Polres Cilegon tangkap 68 warga Afghanistan

Baca Arsip Selengkapnya
 
     

     
  Info Solo City View
» Speedy Writing and Photo Competition 2009
» Sering Telepon ke Arab Saudi, Gratis Umroh!
» Telkom Global 01017
» SLI 007 Lebih Jernih
» Promo Paket Kasih Speedy
» Telepon Rumah Rejeki Tumpah
» Telepon Hemat Panggilan ke Tanah Suci
 
     
     
 
Umroh Gratis

Telkom Global

Order SPEEDY

Lokasi TELKOM Hotspot
Flexi IVAS
VENTUS Flexi Land
Flexi Tone Pasar Kreasi
Telkomsel Speedy Prepaid
Telepon Rumah Rejeki Tumpah
Flexy Features
Panasonic
 
     
©2009 Solo City View - Telkom Solo