Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat konsumsi swasta selama kuartal I 2009 masih cukup kuat, sehingga menjadi penyumbang besar pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama 2009.
"Konsumsi swasta, berdasarkan rekaman kita masih cukup kuat," kata Kepala BPS Rusman Heriawan Jakarta, Jumat (17/4).
Selain konsumsi swasta, menurut dia, pertumbuhan ekonomi selama kuartal I 2009 juga akan didorong oleh stimulus yang bukan berasal dari APBN tetapi dari pelaksanaan pemilu.
"Bahkan ada gurauan kalau pemilu berulang-ulang, maka akan positif bagi pertumbuhan ekonomi," katanya.
Menanggapi prognosa pertumbuhan ekonomi oleh Depkeu sebesar 4,3 - 4,8 persen dan BI sebesar 4,5 - 4,6 persen, Rusman mengatakan, angka tersebut cukup masuk akal.
"Saya kira itu make sense karena memang ada slowdown ekonomi. Kalau kita lihat YoY kelihatannya kalau tidak ada krisis global, harusnya startnya sudah diatas 6,0 persen," katanya.
Ia menyebutkan, BPS akan resmi mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2009 sesuai data empiris pada 15 Mei yang akan datang.
Menurut dia, prognosa yang disampaikan Depkeu maupun BI sudah menunjukkan adanya perlambatan ekonomi dibanding tahun lalu.
"Namun konsumsi swasta berdasarkan rekaman kita masih cukup kuat, demikian juga stimulus yang bukan dari APBN seperti Pemilu menjadi
pendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.
Mengenai dampak stimulus fiskal 2009 terhadap pertumbuhan ekonomi, Rusman mengatakan, stimulus dari APBN secara normal saja sebenarnya sudah cukup besar.
"Kalau penyerapan APBN dipercepat, sebenarnya memberikan dampak yang besar kepada pertumbuhan ekonomi. Dampak stimulus fiskal itu tidak seberapa dibandingkan dengan kue APBN yang cukup besar," katanya.
Menurut dia, tahun 2009 harus diperlakukan secara berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya ketika penyerapan anggaran secara besar-besaran terjadi di akhir tahun.
"Kalau kita pakai business as usual di mana penyerapan jatuh di triwulan IV, maka harapan kita terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi
menjadi sangat terlambat," katanya.
Sumber: Antara
Oleh: Ahmad Mufid Aryono