TELKOM Emiten Investor Summit 2008
Selasa (25/11). Bertempat di Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta, telah diselenggarakan Investor Summit and Capital Market Expo 2008 dengan tema Managing Investment in Time of Crisis. Pada acara yang dibuka secara resmi oleh Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati ini menghadirkan TELKOM sebagai salah satu dari 28 emiten yang berkesempatan untuk memberikan paparan publik mengenai kinerja perusahaan. Pada kesempatan tersebut presentasi dilakukan oleh Direktur Utama, Rinaldi Firmansyah, yang didampingi oleh Direktur Keuangan, Sudiro Asno dan Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda. Rinaldi Firmansyah pada kesempatan tersebut memaparkan bahwa saat ini pelanggan TELKOM masih terus meningkat baik pelanggan fixed wire line maupun cellular. “Saat ini growing masih cukup sehat dan jumlah pelanggan masih tinggi”, kata Dirut dalam presentasinya. Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa saat ini TELKOM akan mempertahankan legacy dan mengoptimalkan new wave. Dalam sambutannya, Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen akan menjaga pertumbuhan ekonomi 2009 di atas 5%. Sementara skenario terburuk untuk pertumbuhan ekonomi 2009 di tengah krisis global ada di sekitar 4,5 - 5%. "Untuk growth di tengah krisis yang terjadi di 2009 pemerintah akan menjaga pertumbuhan ekonomi bisa mencapai di atas 5%. Memang ini menurun disbanding 2008 yang di atas 6%, bahkan ada scenario terburutk pertumbuhan ekonomi 4,5 hingga 5% di 2009. Tapi kalau konsumsi rumahtangga tetap healthy pertumbuhan ekonomi kita bisa dijaga di atas 5%", kata Sri Mulyani. Menkeu menegaskan pemerintah mencoba mempertahankan pertumbuhan konsumsi rumah tangga di level 5% untuk mendorong laju pertumbuhan di tengah krisis ekonomi yang akan berpengaruh pada penurunan ekonomi di 2009. "Tapi ekonomi kita sehat, APBN sehat, kita akan terus menjaga perekonomian ini. Saya minta Anda-anda berpikir rasional semua hal harus dilakukan dengan pertimbangan rasional agar negara ini bisa berjalan baik”, tuturnya. Dalam APBN 2009 yang sudah disetujui DPR, pertumbuhan ekonomi 2009 dipatok di atas 5% turun dari target 2008 yang sebesar 6,3%. Acara ini dilatarbelakangi oleh krisis finansial yang terus melanda dunia dan belum ketahuan ujungnya. Akibatnya banyak investor ragu untuk investasi di pasar modal saat pasar sedang lesu. Otoritas bursa mencoba mengajak investor untuk melihat peluang investasi di masa krisis. Untuk membangun optimisme investor, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar kegiatan ini. ***dip*
|