Ghader Mizbani menangi Etape 10
Meski sebelumnya unggul di tanjakan Kintamani, Tonton Susanto pembalap dari Dodol Garut Cycling Club kalah dalam sprint terakhir dari pemimpin klasemen, Ghader Mizbani Iranagh di Etape 10 Candi Dasa (3/12). Pemegang Yellow Jersey dari Tabriz Petrochemical Team (TPT) Iran ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat ketika memasuki Finish-Stage 10 dalam event spektakuler Spedy Tour d`Indonesia (STDI). Pembalap Indonesia Tonton Susanto dari Dodol Garut Cycling Club yang sebelumnya berhasil menempati posisi terdepan dengan menyandang gelar King Of Mountain (KOM)_di tanjakan Kintamani meninggalkan Ghader M di posisi 2. Namun juara sejati Ghader Mizbani rupanya tak mau kehilangan momen dan kesempatan paling bergengsi hingga menempatkan posisinya kembali menjadi raja tanjakan (KOM). Mizbani sendiri tetap memakai jersey Polka Dot, karena poin KOM tetap dalam genggamannya sejak di etape 4. Peserta Spedy Tour d`Indonesia (STDI) sebelumnya disambut hangat dengan kalungan bunga oleh Deputy EGM Divre VII Benny Artono, ketika tiba di Stage 10 Gilimanuk, termasuk pengalungan bunga kepada pembalap dari Malaysian National Cycling Team, Anuar Manan. Peserta STdI itu juga disuguhi seremonial tari selamat datang `Panyem Brahma` yang dibawakan 9 gadis cantik Bali. Pembalap-pembalap sepeda tersebut menyeberangi selat Ketapang menuju etape Gilimanuk dengan memasuki 2 kapal Fery yaitu Gilimanuk I yang bernomor kapal GT-733N0.459/Ba. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam dengan jarak darat lebih kurang sekitar 15 kilometer, 16 dari club sepeda Nasional dan Internasional STDI meninggalkan Strat etape 10 Banyuwangi yang dilepas oleh Bupati Ratna Ani Lestari didampingi General Manager Kandatel Jember Noufal dan JM Kancatel Banyuwangi Wiyatno. Sementara itu jalur peserta STDI menuju Candi Dasa memang merupakan jalur utama menuju Amlapura dari arah Padang Bai. Sehingga Panitia sedikit repot dalam mengatur lalu lintas. Untuk mengantisipasi agar kemacetan tidak bertambah meluas, maka Panitia mengakali dengan sistem buka tutup dijalankan. Dan Panitia sendiri terpaksa harus mengangkat balon gate untuk meloloskan truk dan bus yang melewati area tersebut. Tak cuma itu, tidak adanya jalur alternatif juga membuat Chief Commiser STDI 2008, Jamalludin Mahmod, terpaksa memutuskan kepada service judge untuk menggunakan penghitungan manual. Pasalnya masih ada 10 pembalap yang belum masuk finish, padahal jalur sudah dibuka dan sebuah truk tronton bermuatan penuh dapat merusak sensor finish yang dilewatinya. "Use manual count, use manual," kata Jamaluddin Mahmod kepada crew service judge. Insiden kecil yang tidak disengaja akibat Aliran listrik yang mati tanpa pemberitahuan kepada pihak Panitia, membuat PB ISSI kelimpungan. Balon Gate yang mengandalkan sumber catuan dari listrik langsung kempes, padahal masih ada 14 pembalap saat itu yang belum masuk finish.***(Okin/ds)
|