Perkawinan Barat dan Timur
..Amenange zaman edan, nek ora melu ngedan ora keduman.. Itulah salah satu penggalan ura-ura yang dialunkan dalam Forum Bukan Musik Biasa di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBS), Kamis (4/9). Musik tersebut adalah hasil kolaborasi dari seorang profesor music dari Lewis and Clark College, Portland USA dengan seniman dari Surakarta Djoko Santoso. Bisa dikatakan hasil kolaborasi tersbut adalah perkawinan musik dengan background dari barat dengan musik dari Timur dengan nuansa musik gamelannya. Vincent Mc Dermotts dengan background gaya musik barat terlihat warna musiknya dengan vokalnya yang lebih mirip dengan koor bukan dengan warna musik nembang, yang identik dengan musik gamelan. Selain itu juga terlihat bagaimana bahasa yang digunakan dalam tembang kadang menggunakan Bahasa Inggris seperti kata life is my dream yang ditembangkan secara berulang. Kolaborasi itulah yang membuat warna musiknya menjadi berbeda, tidak seperti musik gamelan yang pakem. Meski demikian, entitas serta warna musik gamelan terlihat sangat kentara. Dalam kolaborasi tersebut warna musik yang terasa adalah hasil pukulan dari alat musik saron. Sedangkan untuk warna musik dari instrumen gamelan lainnya kurang kentara seperti gong, bonang atau siter. (lea)
|