Pentas Seni Rutin di Mojosongo
Listrik padam di daerah Mojosongo membuat pertunjukan wayang kulit yang diselenggarakan oleh Sanggar Sabrang Lor, Mojosongo memberikan suasana tersendiri, Kamis (4/9) malam, mulai pukul 20.00 WIB-01.00 WIB dini hari. Listrik padam tersebut membuat pertunjukan wayang kulit membuat semua mata tertuju pada panggung termasuk kelir dan layar. Lantaran mati lampu, lighting dari wayang kulit tersebut diganti dengan lampu berbahan bakar minyak tanah. Pertunjukan wayang kulit dengan lakon Pandawa Dadu tersebut mengikutsertakan anggota Sanggar Seni Sabrang Lor serta Komunitas Sepeda Tua. Dengan dalang Eko seorang mahasiswa ISI Surakarta, pertunjukan wayang kulit ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat sekitar juga disaksikan oleh ST Wiyono dan Darsono, Seniman dari Solo. Suyono sebagai perwakilan dari Sanggar Sabrang Lor mengatakan tujuan dilaksanakannya acara ini adalah untuk memelihara budaya lokal. ”Di tengah arus perkembangan modernisasi, memang diperlukan berbagai cara dan kegiatan untuk nguri-nguri budaya. Kegiatan ini sebagai langkah supaya budaya lokal, seperti wayang kulit tidak tergerus oleh perkembangan jaman.” Diadakan Rutin Untuk nguri-nguri budaya, kelompok Sanggar Sabrang Lor melakukan kegiatan klenengan setiap Malam Jumat. ”Pertunjukan wayang kulit ini sebagai salah satu respon untuk nguri-nguri budaya. Supaya waktunya lebih efektif, kami pun menggabungkannya dengan acara klenengan.” Supaya memberikan efek yang cukup efisien, kegiatan klenengan dan pertunjukan wayang kulit ini dilakukan secara rutin. ”Untuk beberapa tahun terkahir, klenengan dilakukan setiap Malam Jumat. Sedangkan untuk wayang kulit dilakukan secara berkala tetapi rutin. Latihan dari klenengan ini sendiri akan kemungkinan akan ditampilkan bulan depan dipadu dengan pertunjukan wayang kulit. Akan tetapi, untuk lightingnya tidak menggunakan lampu elektrik tetapi lampu dengan bahan minyak tanah. Cerita dari wayang kulit dengan lakon Pandawa Dadu bermula ketika Pandawa meminta tanah Astina yang diduduki oleh Duryudana. (lea)
|