Bagi Anda yang mengaku sebagai Slankers, telah hadir sebuah film drama musikal dengan judul Generasi Biru, dan dibintangi oleh grup band yang telah eksis sejak 1983 tersebut. Terhitung sejak Kamis (19/2) kemarin, filmholic tersebut sudah bisa disaksikan di Solo. Film yang disutradarai oleh Garin Nugroho, John De Rantau, Kamila Andinisari dan Dian Sasmita itu, selain menghadirkan Slank juga dibintangi oleh mantan Putri Indonesia, Nadine Chandrawinata dengan koreografer tari asal Solo, Eko Supriyanto. Tidak ketinggalan pula, juga tampil salah satu pemain teater Ruang, Surakarta tak lain Helmi Prasetya. Meski film Generasi Biru cukup bermutu dengan berbagai konsepnya yang berbeda dan sinopsis cerita yang menggambarkan situasi sosial politik ekonomi di Indonesia belakangan ini, bukan menjadi jaminan film tersebut akan digandrungi. Lantaran menurut pantauan Joglosemar, pada tayang premiere belum terlihat antrean yang membludak. Bambang Rahmad Widodo sebagai Manager Grand 21 SGM mengatakan, ”Sebagaimana film-film lainnya, belum bisa dipastikan apakah film ini laris atau tidak. Lagi pula film ini baru saja tayang premiere.” Film Generasi Biru ini menghadirkan realitas Slank, juga Slankers, sebagai bagian dari Indonesia. Film Generasi Biru ini sendiri tidak menghadirkan profil Slank. Tetapi karya yang menggambarkan keadaan Indonesia lewat kacamata Slank, lewat lagu-lagunya yang menggambarkan kondisi negeri ini secara politik, sosial, dan ekonomi. Jadi tidak perlu mencari sejarah kelompok musik itu di sini. Tetapi bagi Anda, yang tidak menyukai Slank juga hadir film Kalau Cinta Jangan Cengeng yang dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman dengan Marshanda. Film ini menampilkan kisah Boy (Agus Ringgo), seorang aktor yang berhenti mengkonsumsi narkoba setelah mengalami kecelakaan mobil. Setelah bersih dari narkoba, Ia pun dijadikan Duta Anti Narkoba yang rajin memberikan kesaksian di panti rehabilitasi para pecandu narkoba. (lea) |